Ketua Komsos Keusku[pan Ruteng Pastor Erick Ratu Pr memperlihatkan keindahan sawah jaring laba-laba di Cancar, Manggarai, desa dengan  dengan sistem pertanian khsus (PEN@ Katolik/paul c pati)
Ketua Komsos Keuskupan Ruteng Pastor Erick Ratu Pr memperlihatkan keindahan sawah jaring laba-laba di Cancar, Manggarai, desa dengan dengan sistem pertanian khsus (PEN@ Katolik/paul c pati)

Vatikan serukan kepada pemerintah dan pembuat kebijakan ekonomi untuk mempromosikan dan mendorong pariwisata yang bertanggung jawab, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Dalam tugas ini, Vatikan mendesak mereka menaati prinsip-prinsip keadilan sosial dan ekonomi serta hormat penuh pada lingkungan dan budaya.

Dikasteri Vatikan untuk Peningkatan Pengembangan Manusia Integral membuat seruan itu dalam pesan yang dirilis 7 Agustus 2020 dalam rangka Hari Pariwisata Dunia 2020, yang ditetapkan tanggal 27 September.

Prefek Dikasteri itu, Kardinal Peter Turkson, memfokuskan pesan itu pada “Pariwisata dan pembangunan pedesaan,” tema yang dipilih oleh Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) untuk peringatan tahunan.

Jutaan pekerjaan berisiko dan kerugian ekonomi global diperkirakan sekitar 1,2 triliun dolar akhir tahun 2020. Dengan demikian, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi dunia paling padat karya yang dilanda pandemi Covid-19 dan lockdown, kata kardinal. Namun dalam skenario ini, kardinal mengingat Paus Fransiskus yang menekankan bahwa menyerah pada pesimisme akan lebih buruk daripada krisis saat ini.

Dalam upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata, Kardinal Turkson mengajak semua untuk serius mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan minat lebih besar pada destinasi wisata non perkotaan. Pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab, kalau dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip keadilan sosial dan ekonomi dan hormat penuh pada lingkungan dan budaya, kata kardinal, mengakui sentralitas masyarakat tuan rumah setempat serta haknya untuk jadi pelaku pengembangan wilayahnya secara keberlanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.

Jenis pariwisata ini, kata kardinal, bisa jadi kekuatan pendorong guna mendukung ekonomi pedesaan, yang terdiri dari pertanian dan, seringkali, pertanian keluarga berskala kecil, di daerah terpencil dengan pendapatan rendah. Pariwisata dan pertanian pedesaan, kata Kardinal Turkson, bisa jadi dua komponen penting dari dunia baru yang ingin kita bangun.

Mendekatkan pariwisata dan pembangunan pedesaan, kata kardinal, adalah cara baik untuk mempelajari budaya baru, membiarkan diri “terinfeksi” oleh nilai-nilai kepedulian dan perlindungan ciptaan yang, saat ini, tidak hanya mewakili kewajiban moral tetapi juga urgensi untuk tindakan kolektif.

Saat dunia menyembuhkan dirinya sendiri setelah kerusakan akibat Covid-19, prefek itu mengatakan, pariwisata dapat menjadi instrumen kedekatan dan persaudaraan antarmasyarakat.

Karena itu, kardinal mendesak tindakan untuk mendukung pendapatan orang yang bekerja di sektor pariwisata, serta memperhatikan dan membela masyarakat pedesaan yang paling rentan di tiap wilayah. Pariwisata bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang manfaatkan sumber daya dan aktivitas lokal, katanya, diinginkan menjadi salah satu titik balik dalam memerangi kemiskinan, yang diperparah secara eksponensial oleh pandemi COVID-19 .

Selain berseru kepada pemerintah dan pembuat kebijakan ekonomi, Vatikan secara khusus mendorong gerakan-gerakan ekologi dan yang berkomitmen melindungi lingkungan guna membantu upaya hati yang bertobat menuju ekologi integral yang sehat dan benar, yang menggabungkan nilai pribadi manusia dengan perlindungan situasi kehidupan masyarakat pedesaan di daerah marjinal.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan