Elson

Melihat iklan-iklan di TV, ada banyak penawaran menggiurkan. Terkadang kita tertarik sehingga ikut membeli produk-produk itu. Beli satu gratis satu. Beli tiga gratis satu. Diskon cukup tinggi dan harga menjadi lebih murah. Ketika penawaran bagus, kita akan tertarik. Sebaliknya, kalau mahal dan tidak menarik, pasti kita tidak mau membeli. Jelas, dalam dunia saat ini kita pasti mau yang enak, gampang dan menguntungkan. Ketika menghadapi kesulitan sedikit saja, kita langsung mundur dan tidak tertarik sama sekali. Kadang kita sadari bahwa dunia saat ini membuat kita terlena, sehingga daya juang dalam diri pun ikut terlena. Kita pun kehilangan daya juang itu.

Bacaan Injil hari ini, 7 Agustus 2020 (Mat 16: 24-28) menulis, kalau mau mengikuti Yesus bukan hal-hal yang indah dan nyaman kita dapati. Pertama-tama, Yesus mengajak kita memikul salib. Kita dihadapi dengan tantangan dan persoalan serta diajak setia dalam perkara-perkara itu bersama Yesus. Daya juang dan kesetiaan kita dipertanyakan lagi. Apakah kita sungguh mampu menghadapi itu semua di tengah dunia yang menawarkan kenikmatan serta keindahan. Salah satu konsekuensi mengikuti Yesus adalah siap kehilangan apa yang ada pada diri kita, bahkan nyawa dipertaruhkan. Yesus mau agar kita sungguh mampu mengosongkan diri, tidak terlena dengan tawaran dunia dan menyangkal diri. Kelihatan tidak mudah dan tidak masuk akal, ketika dunia menawarkan kenikmatan kita malah mau jauh dari kenikmatan. Tetapi, Yesus mau kita sungguh-sungguh menyadari bahwa ketika menjadi pengikut-Nya bukan diri kita lagi yang jadi fokus tetapi berbela rasa dengan orang di sekitar dan mau menyerahkan diri secara total dalam penyelenggaraan Allah.

Sahabat-sahabat, hal yang tidak biasa tetapi menjadi luar biasa ketika kita sungguh mau berjalan bersama dengan Dia. Jangan ragu dan takut untuk melangkah bersama Yesus. Jangan menaruh ekspektasi, tetapi lihatlah realitas yang ada.

FRAY.EL.OP

Tinggalkan Pesan