smartphone

Pasti kita yang memiliki smartphone atau telepon genggam pernah mengalami kehabisan baterai. Ketika smartphone lowbat, kita buru-buru mencari charger atau power bank supaya smartphone kita hidup lagi. Kita merasa risih kalau smartphone kita tidak bisa nyala karena kita merasa sebagian dari hidup kita sekarang tergantung dengan alat tersebut. Maka kita tidak mau alat komunikasi itu sampai mati dan tidak berguna lagi. Sebisa mungkin baterai harus penuh sehingga kita mudah bekerja dan melakukan aktivitas. Kalau smartphone saja harus di-charger dan diisi agar penuh lagi maka hidup kita pun juga sama, harus di-charger dan diisi agar penuh juga. Doa menjadi salah satu cara untuk men-charger dan mengisi semangat dan daya juang hidup kita. Berkomunikasi dan berbincang dengan Tuhan adalah proses isi ulang daya kita.

Kalau kita lihat dalam bacaan Injil 3 Agustus 2020 (Mat 14: 22-36), Yesus setelah berkarya juga men-charger diri-Nya lewat doa. Ia mengundurkan diri, memiliki waktu pribadi untuk berdoa dan mengisi tenaga dan memohon rahmat Allah untuk memulai karya berikutnya. Biasanya kita juga melakukan hal yang sama dengan Yesus, setelah seharian bekerja kita juga menutup hari kita dengan doa, bersyukur dan mengungkapkan perasaan kita kepada Tuhan. Inilah yang menjadi sumber kekuatan kita untuk beraktivitas di hari selanjutnya. Berdoa bukan hanya memohon tetapi mengungkapkan dan mendengarkan suara Allah kepada kita. Kalau Yesus yang Putera Allah saja berdoa dan mohon kepada Bapa apalagi kita. Sebenarnya kita juga diberi contoh untuk juga mencari Bapa agar kita mendapat kekuatan dalam menjalani hidup ini.

Hidup ini sama seperti smartphone yang kadang-kadang lowbat juga. Maka kita harus siap mencari sumber tenaga agar hidup ini penuh semangat lagi. Jangan biarkan diri kita kehabisan tenaga karena pekerjaan yang ada. Carilah Tuhan dan berbincanglah dengan Dia. Dengarkan suara-Nya agar kita pada akhirnya juga memiliki semangat dan tenaga baru untuk melanjutkan karya-karya kita.

FRAY. EL. OP

Tinggalkan Pesan