Tahbisan Manado

Di dunia maya, lewat kanal YouTube, kini beredar video tentang kakak-beradik yang ditahbiskan imam bersama-sama oleh Uskup Manado, 26 Juli 2020. Bukan hanya itu, dalam Misa Tahbisan Imam, yang menurut Mgr Rolly ”tidak seperti biasanya itu” karena dilaksanakan di tengah peraturan protokol kesehatan pandemi Covid-19, ternyata yang ditahbisan memang juga “tidak seperti biasanya.” Karena, selain kakak beradik itu, ada yang baru masuk seminari usia 26 tahun, ada yang dulunya penganut agama Islam dan baru menjadi Katolik di usia 22 tahun, ada yang yang mengaku waktu baru lahir mau “dibuang”, dan ada yang dulunya anak jalanan, dan sebagainya.

Semua keunikan dalam perjalanan panggilan itu dibuat dalam bentuk video YouTube oleh Komisi Kateketik dan Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manado. Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Manado Pastor Kris Ludong Pr mengatakan kepada PEN@ Katolik 28 Juli 2020 bahwa video-video itu dibuat “untuk mengenalkan para imam-imam baru di situasi Covid-19, karena banyak orang yang tidak bisa datang menghadiri Misa Pentahbisan mereka bahkan tidak bisa mengenal mereka.

“Untuk itu dibuatlah video tersebut agar kita bisa lebih mengenal mereka, mengetahui wajah mereka bahkan perjuangan mereka. Seperti kita ketahui, saat tahbisan imamat sanak saudara bahkan orang tua tidak bisa hadir. Maka diharapkan dengan video tersebut mereka bisa menikmati dan melepaskan kerinduan mereka,” kata Pastor Kris.

Bahkan, lanjut imam itu, video-video itu “kelak dapat menjadi aksi panggilan sehingga menggugah anak-anak muda dan menggerakkan hati mereka untuk menjawab tantangan panggilan Tuhan di jaman sekarang ini dan menjadi rasul-rasul awam.”(PEN@ Katolik/michael)

Semua video itu ada di bawah ini, silakan dipilih:

https://www.youtube.com/results?search_query=komkat+manado

Artikel Terkait:

Mgr Rolly Untu MSC minta 10 imam baru berusaha matikan anggota tubuh dari kejahatan

Tinggalkan Pesan