Theotokos (Perawan Maria dan Anak Yesus) di Hagia Sophia
Theotokos (Perawan Maria dan Anak Yesus) di Hagia Sophia

Doa Maria yang paling awal diketahui, seperti Injil sendiri, ditulis dalam bahasa Yunani. Itulah sebabnya, di dalamnya, Perawan Maria disebut Θεοτοκος, “theotokos,” “Pemberi Kelahiran Tuhan,” singkatnya, “Bunda Allah”. Adalah luar biasa baik dari sudut pandang historis maupun teologis, bahwa dalam doa awal semacam itu, Perawan Maria sudah disebut dengan gelar itu.

full-sub-tuum-praesidium-marian-mary-prayer-early-ancient-old-courtesy-john-rylands-library
Atas perkenan John Rylands Library. Salinan dari doa yang ditujukan kepada Perawan Maria. Ditulis dengan tinta coklat. Kosong kosong. Baris 4-9: “Bunda Allah (dengarlah) permohonanku: jangan biarkan kami dalam kesulitan, tetapi bebaskan kami dari bahaya. Hanya engkau sendiri …

Doa ini, sebagaimana dijelaskan di Situs Web Film Trisagion, “ditemukan di sebuah penggalan daun papirus (alang-alang air yang tumbuh di Eropa Selatan dan Afrika Utara yang digunakan sebagai bahan kertas zaman dulu, Red.) yang berasal dari sekitar tahun 250 M,” hanya dua abad setelah kematian dan kebangkitan Kristus, kira-kira seabad sebelum Konstantinus dan Maklumat Milano (keputusan yang dikeluarkan Kaisar Konstantinus Agung tahun 313 M yang memberikan kebebasan pada rakyatnya dalam beragama dan beribadah). Tetapi, yang lebih penting, dua abad sebelum Konsili Ekumenis Ketiga, Konsili Efesus, di mana Perawan Maria untuk pertama kalinya secara resmi dinyatakan sebagai “Bunda Allah,” Theotokos.

Tahun 1917, Perpustakaan John Rylands di Manchester, Inggris, memperoleh panel besar papirus Mesir, yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine (lingua franca Mediterania yang digunakan menulis Injil-Injil). Doa itu bisa ditemukan dalam penggalan berlabel nomor 470, dan tampaknya itu berasal dari liturgi Natal Koptik (mungkin Ibadat Sore Natal), meskipun penggalan-penggalan daun ini mungkin juga merupakan salinan doa dari untuk penggunaan pribadi.

Doa itu berbunyi:

Doa

Lihatlah sembilan gambar tertua dari Perawan Maria di bawah ini

Daniel Esparza dari Aliteia
(Diterjemahkan oleh PEN@ Katolik/pcp)

Dua gambar Perawan Maria yang tertua di  (Dura, Suriah, Abad kedua)
Dua gambar Perawan Maria yang tertua di (Dura, Suriah, Abad kedua)
Kelahiran Kristus, Biara Santa Katarina, Gunung Sinai, abad VI
Kelahiran Kristus, Biara Santa Katarina, Gunung Sinai, abad VI
Agiosoritissa (Bunda Allah), Konstantinopel, abad VII
Agiosoritissa (Bunda Allah), Konstantinopel, abad VII
Madona dari Katekombe, Roma,  abad III
Madona dari Katekombe, Roma, abad III
Madonna dan Anak Yesus, abad IX
Madonna dan Anak Yesus, abad IX
Madonna dan orang Majus, Roma, abad III
Madonna dan orang Majus, Roma, abad III
Sampul Injil , Jerman, abad VIII/IX
Sampul Injil , Jerman, abad VIII/IX
Pelindung Bangsa Roma, Roma, abad V
Pelindung Bangsa Roma, Roma, abad V
Maria 6
Madonna bersama Kanak-Kanak Yesus ditahtakan di antara para malaikat dan orang kudus, Gunung Sinai, abad VI

Tinggalkan Pesan