Sebagian peserta didik SMAK Santa Maria Monte Carmelo pada ziarah rekreasi dan correctio fraterna di rumah retret Mageria Mauloo beberapa waktu lalu (Dokumen Sekolah)
Sebagian peserta didik SMAK Santa Maria Monte Carmelo pada ziarah rekreasi dan correctio fraterna di rumah retret Mageria Mauloo beberapa waktu lalu (Dokumen Sekolah)

Bulan Desember lalu, sesudah acara Correctio Fraterna (koreksi persaudaraan) muncul komitmen masing-masing kelas dan kemudian dijadikan komitmen sekolah yaitu “No Bullying (anti bully) di sekolah, muncul rasa respek yang tinggi terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain atau teman, dan peserta didik semakin saling mengenal dan saling menghargai.

Pengalaman itu diceritakan oleh Kepala SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere Pastor Benediktus Bani OCarm kepada PEN@ Katolik ketika berbicara tentang salah satu tradisi unik di sekolah itu yakni sebuah sistem penilaian dengan nama Correctio Fraterna.

Dengan Correctio Fraterna, peserta didik bisa saling mengoreksi apa saja dan siapa saja entah teman yang bersalah, tidak disiplin, tidak belajar. “Tujuannya sederhana, agar mereka saling menopang dan bertumbuh bersama dalam perbedaan, mereka dilatih menghargai martabat orang lain,” jelas imam itu.

Pastor Bani, yang ditemui di sela-sela pendaftaran peserta didik baru angkatan II tahun 2020/2021 di Kompleks Biara Karmel Wairklau Maumere, 12 Mei 2020, mengatakan Correctio Fraterna tidak berseberangan dengan sistem penilaian yang ada dalam Kurikulum 2013, bahwa peserta didik harus mengoreksi satu sama lain.

Bedanya, lanjut imam itu, koreksi persaudaraan yang dibuat di sekolah itu diwarnai dengan Doa dan Sabda Allah. “Correctio Fraterna yang dipandu wali kelas, didahului dengan doa, mohon terang Roh Kudus, bacaan kitab suci, dan renungan,” kata imam itu.

Sesudah acara itu, kata imam itu, wali kelas mengarahkan peserta didik untuk membuat komitmen pribadi dan komitmen kelas. “Dampaknya luar biasa,” tegas Pastor Bani seraya menyinggung spiritualitas persaudaraan yang dihayati para Karmelit. Sekolah itu dikelola oleh para imam Karmel, “maka dirasa penting melatih peserta didik untuk saling mengoreksi  dengan penuh persaudaraan dan kasih sayang.”

Correctio Fraterna biasa dilakukan di SMAK Santa Maria Monte Carmelo di saat ziarah rekreasi bulan rosario, Oktober, sesudah ujian semester ganjil, saat retret atau rekoleksi bulan Maret atau April, serta akhir tahun pelajaran atau bulan Juni.

Correctio Fraterna, lanjut imam itu adalah tradisi klasik yang biasanya diterapkan dalam hidup bersama di dalam biara atau komunitas. Dalam Ordo Karmel, Correctio Fraterna sifatnya wajib bagi semua anggota biara untuk saling memperbaiki kesalahan dengan penuh kasih sayang.(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Kepala Sekolah Pastor Benediktus Bani OCarm (Dokumen  SMAK Santa Maria Monte Carmelo)
Kepala Sekolah Pastor Benediktus Bani OCarm (Dokumen SMAK Santa Maria Monte Carmelo)

Tinggalkan Pesan