Frater Agustinus Hermawan OP

“Kalau kamu sayang sama Papi dan Mami, kamu jangan nakal lagi ya.”
“Kami sayang kamu, makanya kamu harus nurut ya.”
Begitulah pesan yang selalu diucapkan kedua orang tua saya manakala saya melakukan kenakalan atau melanggar aturan sewaktu masih kecil.

Tentu, sebagai anak kecil yang belum sepenuhnya mengerti nasehat ini masih saja melakukan kenakalan dan kesalahan sama. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kata-kata itu mulai jarang saya dengar lagi. Sebagai gantinya yang terdengar adalah kata-kata yang saling menguatkan serta curhat layaknya sahabat dekat. Ini terjadi, karena saya selalu berusaha menaati nasehat mereka.

Kini, dalam menjalani hari-hari dalam biara (seminari), saya pun senantiasa menerapkan didikan orang tua, terutama tentang kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan. Walau terkadang tidak mudah dilakukan, tetapi semuanya kembali kepada diri saya sendiri, “apakah saya masih mencintai panggilan ini?” Jika “‘ya,” maka “just do it.” Dan, apabila saya mampu melakukan semuanya, itu semua bukan karena saya kuat dan gagah, tetapi sungguh karena ada rahmat Allah (Roh Kudus) yang diberikan kepada kita.

Sahabat terkasih, dengan pengalaman-pengalaman inilah saya berusaha memahami Sabda Tuhan Yesus yang terdapat dalam bacaan Injil hari Minggu Paskah VI ini (Yohanes 14:15-21), “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”

Melalui Sabda-Nya ini, ada pesan yang ingin disampaikan. Kasih (cinta) dan ketaatan (rela berkorban) adalah dua hal tidak terpisahkan. Syukur kepada Allah, karena Allah pasti akan memberikan Sang Penolong (Roh Kudus) bagi kita yang mau percaya, dan Ia pun berjanji tak akan biarkan kita berjuang sendirian di dalam melakukan kehendak-Nya itu. Bacaan pertama (Kis 8:5-17) mempertegas, “Kemudian Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas orang-orang yang percaya itu, dan mereka menerima Roh Kudus.”

Dalam bacaan kedua, Santo Petrus mengingatkan kita semua agar selalu melakukan perintah Tuhan, yaitu melakukan hal yang baik dan menjauhi yang jahat. “Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat.” (1 Petrus 3:15-18)

Semoga, semua ini dapat menginspirasi agar kita pun mau semakin mengasihi Allah, keluarga dan sesama. Terlebih dimasa-masa sulit seperti saat ini. Mungkin kita sering mendengar banyak orang yang mengeluh dengan segala aturan atau kebijakan pemerintah dan bertanya ‘kapan semuanya ini akan berakhir?’

Tetapi, bagi orang percaya, jauh lebih berguna bila kita mau mengisi hari-hari ini dengan hal positif, senantiasa syukur, dan tetap setia melakukan perintah Tuhan. Karena, kabar gembira-Nya hari ini adalah, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan