Preskon Film Koki-Koki Cilik (Deki Prayoga/Bintang.com)
Preskon Film Koki-Koki Cilik (Deki Prayoga/Bintang.com)

Sebuah Misa live streaming dirayakan dari Gereja Santo Gregorius Agung Kuta Bumi, Tangerang, 8 Mei 2020. Pastor Yustinus Sulistiadi Pr yang memimpin Misa itu mengajak umat mendoakan arwah aktor senior, pemain teater, dan pematung, Agustinus Adi Kurdi, yang meninggal di RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta Timur, di hari yang sama.

Menurut Pastor Sulis, ketika bersama Adi Kurdi bermain dalam sebuah kelompok teater, dia merasakan Adi Kurdi adalah seorang guru yang mengajarkan bagaimana menekuni pekerjaan termasuk dunia peran.

“Ia sangat menghargai suatu proses, bahkan mengakui pekerjaan yang ditekuni menjadi pemain sinetron, drama dan film karena ia menjalani dan menekuni dengan sungguh-sungguh,” kata imam itu.

Umat Paroki Kuta Bumi, lanjut imam itu dalam homili, bersyukur karena 9 Februari 2020, Adi Kurdi didampingi istri berkesempatan membagi pengalaman hidup berkeluarga. “Adi Kurdi bagikan cara menjalani profesi sebagai artis dan publik figur di tengah berbagai godaan dunia, namun bahtera rumah tangga tetap harmonis,” kata imam itu.

Yang unik dan menarik dari sosok berusia 71 tahun itu, lanjut Pastor Sulis, ketika menjadi terkenal “ia tetap merawat kehidupan rumah tangganya dengan baik.” Memang, lanjutnya, Adi Kurdi mengakui ada banyak cobaan ketika menjalani kehidupan keluarga, dan kalau ada masalah diselesaikan dengan baik. “Jika ada masalah yang sangat berat diserahkan kepada Tuhan, biarlah Tuhan menyelesaikan persoalan itu asal kita percaya dan pasrah,” kata imam itu mengutip apa yang Adi Kurdi katakan.

Kisah menghadapi dan menjalani banyak cobaan dalam hidup perkawinan dari pemeran Abah dalam sinetron Keluarga Cemara itu “adalah teladan yang patut menjadi contoh bagi keluarga Katolik zaman ini,” kata Pastor Sulis. Istri dari Ardi Kurdi, lanjutnya, telah menunjukkan keteladanan luar biasa dengan tetap memegang nilai-nilai Kristiani dalam mengarungi bahtera rumahtangga.

Pastor Sulis yakin, “Mas Adi Kurdi diterima dalam Kerajaan Surga,” dan berharap “semangat memelihara kehidupan keluarga menjadi teladan bagi seluruh umat yang memilih menjadi  kepala keluarga.”

Adi Kurdi dilahirkan 22 September 1948 di Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak kecil suka bidang seni. Awalnya ia menyukai seni patung. Banyak karyanya patungnya dikenal seperti patung Gatot Subroto, S Parman dan lain-lainnya. Ia mendapat pendidikan selama dua tahun mengenai seni peran di AS. Tamatan ASRI Yogyakarta itu bergabung dalam teater miliki WS Rendra dan menikah dengan adik perempuan dari WS Rendra. Kini dia memiliki seorang puteri dan seorang cucu.(PEN@ Katolik/Konradus R Mangu)

Tinggalkan Pesan