Seorang imam di Dblin mendengarkan pengakuan dosa di lapangan parkir mobil yang kosong sebelah gerejanya
Seorang imam di Dublin mendengarkan pengakuan dosa di lapangan parkir mobil yang kosong sebelah gerejanya

Minggu ini foto seorang imam yang sedang mendengarkan pengakuan dosa di tempat parkir gereja di Dublin, Irlandia, viral di media sosial. Imam itu, Pastor Pat McKinley, dan rekan-rekannya memberikan Sakramen itu dua kali sehari selama satu jam guna mematuhi langkah-langkah menjaga jarak sosial.

Pastor Dublin itu mendapat pujian dari pengguna Twitter karena dekat dengan umatnya di masa pandemi ini. Paroki yang dimaksud adalah Paroki Santo Markus di Tallaght, Dublin Selatan yang, seperti paroki-paroki lain di kota itu, telah beradaptasi dengan kehidupan selama Covid-19.

Berbicara kepada Radio Vatikan tentang pengakuan terbuka, Pastor McKinley mengatakan, “Ini sangat biasa, inilah yang kami lakukan, kami mendengar pengakuan umat… dan satu-satunya perbedaan adalah kami berada di balik dinding tempat kami biasanya mendengar pengakuan dosa.”

Pastor McKinley mengatakan ada sejumlah alasan mengapa paroki memutuskan untuk memberikan pengakuan di tempat parkir gereja yang kosong: Salah satunya, katanya, ini yang mungkin dilakukan dalam keadaan terbatas saat ini. Tetapi, lanjut imam itu, yang sebenarnya mereka coba lakukan adalah “mengatakan kepada umat bahwa Gereja masih ada di sini.”

Pastor Dublin mencatat, mereka tidak mengharapkan banyak orang datang dan imam itu bersama rekannya membawa buku ke tempat parkir itu namun akhirnya mereka tidak bisa membukanya.

Sejak paroki itu memulai pengakuan dosa di alam terbuka, Pastor McKinley mengatakan ada beberapa momen indah. Imam itu mengingat seorang wanita, “yang belum pernah mengaku dosa sejak Komuni Suci Pertama. Dia melihat tanda itu dan berkata dia merasa ‘terdorong’, … ia menyeberangi tempat parkir dan datang kepada kami sambil membawa barang-barang yang benar-benar membebani dia, sehingga benar-benar indah.”

Pastor McKinley menggambarkan umpan balik yang ia terima “sangat positif”. “Kami tidak mengharapkan reaksi apa pun. Itu hal terakhir dalam pikiran kami. Kami sudah banyak mendapat reaksi dari media sosial, melalui surat kabar, stasiun radio …”

Sejak lockdown diberlakukan, ibadat gereja di Irlandia dan banyak negara ditangguhkan. Pastor McKinley mengatakan ada sejumlah orang datang kepadanya dan “menangis karena tidak bisa ikut Misa; menangis karena mereka tidak boleh menerima Komuni Kudus… Bahkan saya sendiri sebagai imam berdiri di sebuah gereja tanpa umat yang biasa, itu jelas merupakan pengalaman sangat berbeda dengan yang biasa kami lakukan, jadi kami semua lapar dalam arti tertentu untuk pembaruan itu.”

Imam itu menyoroti satu hal yang mengejutkan bulan lalu yakni jumlah percakapan indah yang dia lakukan dengan umat. “Umat lebih terbuka untuk berhenti dan melakukan percakapan, meskipun dengan jarak sosial,” lanjut imam itu.

Ditanya apakah ingin melihat pengakuan dosa di tempat parkir mobil di paroki-paroki lain, Pastor McKinley, mengatakan dia ingin melihatnya “di mana saja yang layak dilakukan” karena “itu membuat sakramen dan Tuhan tersedia bagi umat.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Lydia Okane/Vatican News)

Tinggalkan Pesan