Umat di sebuah gereja di Torino, Italia (ANSA)
Umat di sebuah gereja di Torino, Italia (ANSA)

Setelah dua bulan Misa disiarkan langsung dan doa pribadi di rumah, umat di Italia akan bisa kembali menghadiri upacara keagamaan di gereja-gereja di seluruh negara. Berita itu datang 7 Mei 2020 dengan penandatanganan protokol oleh Presiden Konferensi Waligereja Italia Kardinal Gualtiero Bassetti dan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte serta Menteri Dalam Negeri Luciana Lamorghese. Protokol itu menguraikan aturan dan peraturan yang harus diikuti untuk memastikan risiko minimal penularan virus corona. Semua upacara keagamaan, Misa, pembaptisan, pernikahan dan pemakaman, dibatalkan atau ditutup untuk umum awal Maret saat pemerintah memberlakukan lockdown nasional guna membantu mengekang penyebaran Covid-19 yang telah menewaskan hampir 30.000 orang di Italia. Ketika Italia memasuki “fase 2″ lockdown, pemerintah bekerja sama dengan para Uskup Italia memastikan bahwa umat boleh menghadiri upacara di gereja lagi. Kardinal Bassetti, menegaskan kembali komitmen Gereja untuk mengatasi krisis saat ini dengan mengatakan “Protokol adalah hasil kolaborasi dan sinergi mendalam antara Pemerintah … dan Konferensi Waligereja Italia, di mana setiap orang memainkan perannya dengan bertanggung jawab.” Protokol itu menguraikan, umat harus mengenakan masker, dan harus menghormati jarak aman 1 m antara satu sama lain. Semua ruangan dan benda yang digunakan akan dibersihkan di akhir setiap upacara, dan salam damai dihilangkan. Untuk ritus Komuni, selebran diharuskan membersihkan tangannya dan harus menggunakan sarung tangan dan topeng. Langkah-langkah ini, kata Perdana Menteri Conte, mengungkapkan cara paling tepat guna memastikan bahwa dimulainya kembali perayaan liturgi bersama umat berlangsung dengan cara paling aman.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan