Paus Fransiskus (Media Vatikan)
Paus Fransiskus (Media Vatikan)

Dalam doa Regina Coeli di Minggu Panggilan, 3 Mei 2020, Paus Fransiskus mengajak kerja sama internasional untuk menangani pandemi virus corona. Adalah penting, kata Paus, “menyatukan kapasitas ilmiah, secara transparan dan tidak memihak, guna menemukan vaksin dan perawatan serta menjamin akses universal ke teknologi penting yang akan memungkinkan setiap orang yang terinfeksi, di setiap bagian dunia, menerima perawatan kesehatan yang diperlukan.”

Sehari kemudian, para pemimpin dunia melakukan online pledging conference (konferensi online saat negara-negara mengumumkan besarnya janji sumbangannya. Red.) sedunia yang bertujuan mengumpulkan sekurang-kurangnya 7,5 miliar euro untuk tujuan itu, seperti dilaporkan oleh Stefan J Bos dari Vatican News.

Dalam suasana social distancing yang berlangsung seluruh dunia saat ini, mereka memilih melakukan konferensi video guna mengumpulkan miliaran dolar yang dibutuhkan untuk penelitian vaksin yang bisa digunakan untuk melawan Covid-19.

Pertemuan itu, lanjutnya, terjadi setelah PBB memberi peringatan suram kepada miliaran orang yang menghadapi lockdown atau pembatasan lain. Dikatakan, kembali sepenuhnya ke kehidupan normal hanya akan mungkin terjadi kalau ada vaksin. Namun, Italia, Prancis, dan Spanyol, yang berada di antara negara-negara Eropa yang paling terpukul, mulai melonggarkan beberapa pembatasan sosial.

Uni Eropa menyelenggarakan pertemuan donor di hari Senin, 4 Mei 2020. Tuan rumah penyelenggara peristiwa itu adalah Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, Arab Saudi dan Komisi Eropa, pelaksana Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memandang prakarsa itu sebagai bagian upaya global untuk mengatasi krisis kesehatan paling signifikan di dunia sejak Perang Dunia Kedua. “Satu-satunya kemungkinan untuk mengalahkan virus ini adalah menemukan vaksin,” kata diplomat top itu.

“Ada banyak kegiatan. Tapi, kami mengira ini upaya global. Kami perlu aksi global bersama untuk memiliki pendekatan terkoordinasi guna menemukan vaksin. Kalau kami punya vaksin, kami akan memproduksinya dan menyebarkannya ke seluruh dunia,” lanjut wanita itu.

“Oleh karena itu, hari Senin, 4 Mei, kita mengadakan online pledging conference dan kami berharap kami akan mengumpulkan hingga 8 miliar dolar,” jelas Von der Leyen. Tetapi dia juga memperingatkan bahwa nanti negara-negara akan perlu lebih banyak uang.

Penghitungan uang sudah berlangsung hari Senin. Arab Saudi, ketua Kelompok 20 negara industri saat ini, menjanjikan 500 juta dolar. Tetapi beberapa pejabat UE dilaporkan telah mengkhawatirkan negara-negara yang menghitung uang yang sudah dialokasikan awal tahun ini.

Menjelang online pledging marathon di hari Senin, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel termasuk di antara yang paling vokal mendukung inisiatif tersebut.

Mereka menyatakan dukungan dalam surat terbuka yang diterbitkan di surat kabar akhir pekan. Para pemimpin menulis, dana yang dikumpulkan hari Senin akan “memulai kerja sama global yang belum pernah terjadi sebelumnya antara ilmuwan dan regulator, industri dan pemerintah, organisasi internasional, yayasan, dan profesional kesehatan.”

Mereka menambahkan, “Jika kita dapat mengembangkan sebuah vaksin yang diproduksi oleh dunia, untuk seluruh dunia, ini akan menjadi kebaikan umum yang unik sedunia di abad ke-21.

Sementara itu, menurut Vatican News, Inggris akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi lain untuk membicarakan donor itu secara online, 4 Juni 2020. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dia akan mendesak negara-negara yang ikut 4 Mei itu untuk “bekerja sama.” Negara-negara, katanya, harus memenuhi apa yang disebutnya “upaya bersama yang paling mendesak dalam kehidupan kita.”

Johnson juga akan mengkonfirmasi janji Inggris sebesar 388 juta pound atau sekitar 483 juta dolar untuk penelitian vaksin, pengujian, dan pengobatan. Johnson sendiri selama tiga malam berjuang dalam perawatan intensif akibat virus corona. Perdana menteri itu mengatakan dia ‘berutang hidupnya’ kepada orang-orang yang merawatnya.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tinggalkan Pesan