Ketua PSE Keuskupan Manado dan Sekretaris Keuskupan Manado mengamati bahan-bahan yang sudah terkumpul dan siap disalurkan kepada keluarga miskin dan rentan korban pandemi Covid-19 (Foto dok PSE dan Caritas Keuskupan Manado)
Ketua PSE Keuskupan Manado dan Sekretaris Keuskupan Manado mengamati bahan-bahan yang sudah terkumpul dan siap disalurkan kepada keluarga miskin dan rentan korban pandemi Covid-19 (Foto dok PSE dan Caritas Keuskupan Manado)

Komisi PSE Keuskupan Manado meluncurkan ajakan lewat Youtube, 4 April 2020, agar masyarakat saling peduli dan mapalus, “karena kemampuan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 berbeda-beda, ada yang memiliki kemampuan finansial lebih sehingga mampu menyediakan barang atau membeli kebutuhan pokok, sementara kelompok paling rentan atau mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel berada dalam situasi paling buruk dalam menghadapi kondisi sosial dan ekonomi saat ini.”

Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado dan juga Direktur Caritas Keuskupan Manado Pastor Joy Derry Pr menjelaskan hal ini kepada PEN@ Katolik, 8 April 2020, di saat kondisi di Sulawesi Utara “sangat mengkhawatirkan karena perekonomian mulai menurun, banyak karyawan perusahaan, tukang bangunan, buruh kasar, sopir angkutan umum dan tukang ojek online sudah tidak bekerja, karena mengikuti arahan pemerintah.”

Maka, tegas iman itu, Komisi PSE Keuskupan Manado membuat gerakan swadaya lokal itu “untuk saling membantu sesama.” Sudah mulai banyak bantuan yang berdatangan, dan menurut Pastor Joy, bantuan itu nantinya akan diserahkan kepada keluarga Katolik yang kurang mampu dan mahasiswa rantau yang berada di paroki-paroki di Manado, Tomohon dan Bitung.

Bentuk bantuan yang akan disalurkan kepada 500 keluarga Katolik yang tidak mampu, lanjut imam itu, berupa beras, telor, minyak goreng, sabun cuci dan masker.

Sementara itu, menurut Pastor Joy Derry, sosialisasi pemerintah dalam bentuk animasi dan edukasi sudah cukup maksimal. Terbukti banyak masyarakat sudah membatasi keluar rumah dan menjaga jarak fisik dengan orang lain serta menghindari kerumunan banyak orang. Memang masih ada sebagian masyarakat yang belum tahu dan belum sadar dengan situasi yang ada, mereka masih butuh animasi dan edukasi serta teladan praktek baik.

Namun, kita harus melangkah lebih maju saatnya kita mulai babak baru, bukan lagi berdebat dan saling mempersalahkan orang lain, tapi mulailah dengan menunjukan bukti kesadaran dan ketaatan terhadap pemimpin negara dan pemimpin agama.

Pastor Joy juga menghimbau untuk memandang positif sesama atau orang lain yang dalam segala upaya mengimplementasikan seruan dan protokol kesiapsiagaan dari para pemimpin agar tetap menjaga kesehatan dan meyakinkan bahwa diri kalian dan keluarga kalian mampu hadapi virus corona. “Mari berusaha secara mandiri membuat hand sanitizer, inspektan dan masker, sehingga kita bisa memfasilitasi dan melindungi diri dan keluarga,” minta imam itu.(PEN@ Katolik/michael)

PSE Manado 1
Bahan bantuan sedang dipersiapkan untuk disalurkan (Dok PSE Keuskupan Manado)
Kantor PES dan Caritas Keuskupan Manado  (Dok PSE Keuskupan Manado)
Kantor PES dan Caritas Keuskupan Manado (Dok PSE Keuskupan Manado)

Tinggalkan Pesan