PEN@ Katolik/pcp
PEN@ Katolik/pcp

“Pada saat ibadat Jumat Agung, penghormatan salib dapat dilakukan secara sederhana dengan berlutut atau membungkuk di hadapan salib yang telah disediakan, tanpa memegang dan atau menciumnya.”

Usulan itu ditulis Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam dalam surat bernomor 0257/A/X/2020-11 tentang Pencegahan Penularan dan Penyebaran Virus Corona dan bertanggal 3 Maret 2020.

Pernyataan itu merupakan bagian keempat dari upaya menyikapi penularan dan penyebaran virus corona terkait dengan pelaksanaan perayaan Ekaristi dan ibadat lain. Usul praktis lain, “pertama, air suci di pintu-pintu masuk gereja untuk sementara dapat dikosongkan; kedua, “Salam Damai” menjelang Komuni dapat dilakukan secara sederhana dengan saling menganggukkan kepala atau membungkukkan badan, tanpa bersalaman atau berjabat tangan; ketiga, Komuni Suci diterimakan pada tangan saja. Diharapkan para pembagi komuni (Romo dan Prodiakon) membagikan komuni dengan terlebih dulu menyuci tangannya.”

Himbauan itu menindaklanjuti himbauan dan ajakan terdahulu yang dirilis 13 Februari 2020 terkait virus corona dan masalah-masalah intoleransi. “Kembali saya mengajak Anda semua untuk tetap bijaksana dan tenang dalam menyikapi berbagai informasi mengenai penularan dan penyebaran virus corona ini,” kata Mgr Rubi yang yakin, “Sejauh kondisi fisik kita baik, niscaya kita akan tetap sehat dalam lindungan Tuhan.”

Mgr Rubi mengajak umat supaya menjaga kondisi fisik dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau stamina. “Hal ini kita usahakan, antara lain, dengan mengkonsumsi asupan makanan yang cukup dan sehat, olah raga teratur, dibarengi suasana hati yang gembira penuh kepercayaan kepada Tuhan yang senantiasa menjaga dan melindungi umat-Nya. Inilah cara cukup sederhana dan mudah kita lakukan untuk pencegahan terhadap penularan dan penyebaran virus corona,” tulis uskup.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, menurut Mgr Rubi, ada beberapa hal praktis yang dapat dilakukan secara serentak guna mencegah penularan dan penyebaran virus tersebut, antara lain,  menjaga kebersihan tangan dengan membasuhnya secara berkala atau dengan menggunakan cairan atau gel pembersih tangan (hand sanitizer), dan memakai kain penutup mulut dan hidung (masker), khususnya saat sedang flu atau pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. (PEN@ Katolik/Lukas Awi Tristanto)

Artikel Terkait:

KAJ bolehkan umat bawa salib sendiri untuk penghormatan salib di Jumat Agung

Mgr Ruby tentang virus corona

1 komentar

  1. Sebenarnya dengan berlutut dan menunduk sudah cukup melambangkan ungkapan rasa hormat kita pada salib Yesus. Dan aku pun selama ini tidak pernah mencium salib dengan bibir karena merasa tidak pantas mencium kaki Yesus dengan bibirku yg berlipstik tapi berlutut dan menunduk hormat dan menyentuh dengan kening jari2 kaki Yesus

Tinggalkan Pesan