Vikjen KAME, Asisten II Sekda Merauke, Kapolres Merauke, AKBP dan Pengurus Pemuda Katolik serta Peserta Mapenta bergambar bersama (PEN@ Katolik/ym)
Vikjen KAME, Asisten II Sekda Merauke, Kapolres Merauke, AKBP dan Pengurus Pemuda Katolik serta Peserta Mapenta bergambar bersama (PEN@ Katolik/ym)

Pemuda Katolik hendaknya meneladani Yesus Kristus dalam mengajar, berdoa dan melayani. Selain itu, sebagai organisasi, Pemuda Katolik harus menghadirkan Kristus di tengah masyarakat setidak-tidaknya dalam pengajaran, doa dan pelayanan karya sosial dengan berdasarkan iman dan kasih.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke Pastor Hengky Kariwop MSC berbicara dalam homili Misa mengawali Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) VII, 2020, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Merauke di Merauke, 28 Februari-1 Maret 2020. Mapenta dan Muskomcab itu bertema ‘Pemuda Katolik Bangkit Berkarya, Militan dan Beriman.’

“Kita sebagai orang Katolik memiliki Yesus sebagai teladan dalam melayani. Pemuda Katolik yang terjun di bidang politik dan sosial masyarakat pun dituntut melayani masyarakat luas dengan dasar iman dan cinta kasih,” kata Pastor Kariwop.

Imam itu secara khusus mengajak seluruh jajaran Pemuda Katolik untuk rutin berdoa, berpuasa dan berpantang selama Prapaskah, dan “melakukan pertobatan batiniah yaitu membaharui diri agar diampuni dan lebih dekat kepada Tuhan” serta “memperdalam hidup rohani agar menjadi pelita bagi sesama.”

Menyadari bahwa Pemuda Katolik berada dalam berbagai situasi sosial serta beraneka ragam suku, agama, bahasa, budaya dan politik, Pastor Kariwop menegaskan bahwa mereka “dipanggil dalam pelayanan sosial kemasyarakatan dan berkarya dalam bingkai pelayanan.”

Karena tahu bahwa dalam Mapenta, Pemuda Katolik diminta menyiapkan kader pembinaan hidup rohani yang seratus persen Katolik, imam itu menegaskan perlunya terus melakukan pembinaan dan “Kalau engkau percaya kepada Kristus, sekali Katolik tetap Katolik.”

Mewakili Bupati Merauke, Asisten II Sekda Merauke Bidang Ekonomi Pembangunan H.B.L Tobing mengatakan, sudah saatnya Pemuda Katolik berkarya dan beriman serta bangkit dan menjadi pelopor pembangunan bangsa dengan bekerja sama dengan pemerintah.

“Pemuda Katolik harus back to Bible. Di sinilah peranan Pemuda Katolik. Dalam prinsip pelayanan, ada terpanggil, dipersiapkan dan diutus. Tidak ada seorang pun bisa sukses tanpa persiapan. Sukses itu harus dipersiapkan. Pemuda Katolik harus menjadi garam dan terang,” kata Tobing.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Alfonsa Jumkon Wayap mengajak seluruh kader Pemuda Katolik menyusun program bersama dalam menanggapi berbagai isu maupun persoalan sosial yang terjadi. “Pemuda Katolik harus menjadi pemuda yang kritis di tengah situasi krisis,” kata Wayap seraya berharap dukungan pemda dan seluruh stakeholder.

Ketua Karateker Pemuda Katolik Komcab Merauke Eligius Mahuze mengatakan, Pemuda Katolik sejak awal berdiri telah berjuang untuk Gereja dan tanah air. Dengan moto yang dimiliki, Pemuda Katolik diajak menjaga Merauke sebagai Gerbang Hati Kudus Yesus sehingga tetap memelihara perdamaian serta selalu mendukung dan menghargai budaya, adat dan istiadat di Tanah Anim-Ha.

“Saya mengajak semua kaum muda, secara khusus Pemuda Katolik agar mengambil bagian dalam pembangunan. Mari isilah masa muda dengan hal-hal positif. Jauhkan diri dari minuman keras, narkoba dan pergaulan bebas. Mari seiya sekata mendukung pemerintah dan Gereja untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.” Katanya.

Selain meminta Pemuda Katolik menjadi garam dan terang, kata Eligius menekankan agar tahun ini, sesuai tema Prapaskah, Pemuda Katolik menumbuhkembangkan ekonomi yang bermartabat serta menjadi agen perubahan.(PEN@ Katolik/Yakobus Maturbongs)

Tinggalkan Pesan