Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu berterima kasih kepada PUKAT KAJ karena merasa umat keuskupannya tidak sendirian (PEN@ Katolik/km)
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu berterima kasih kepada PUKAT KAJ karena merasa umat keuskupannya tidak sendirian (PEN@ Katolik/km)

Untuk menghimpun dana renovasi gedung Seminari Menengah Bunda Maria Segala Bangsa (BMSB) Maumere di NTT, “yang keadaan ruang tidur, kamar makan, MCK dan ruang lainnya saat ini sangat memprihatinkan atau kurang layak,” Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) melakukan kegiatan tahunan PUKAT’s Chinese New Year Charity Dinner di gedung Djakarta Theater, Jakarta.

Kondisi ruangan-ruangan itu ditayangkan dalam bentuk rekaman video oleh panitia dan dijelaskan oleh Kepala SMP dan SMP Seminari MBSB Maumere Pastor Deodatus Du’u Pr. Jumlah siswa yang sedang belajar di seminari itu, menurut pastor itu, sebanyak 430 orang yang terdiri dari 217 siswa SMP dan 213 siswa SMA, yang semuanya didampingi 50 tenaga pengajar dan 11 karyawan.

Seluruh rangkaian acara 7 Februari 2020 yang dipandu oleh Ivi Batuta dan Reynaldo Christian itu dihadiri oleh Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu bersama dua orang imam dari Keuskupan Maumere, serta ketua PUKAT KAJ Markus Linggo, Vikep KAJ Pastor Yosephus Edi Mulyono SJ dan sejumlah imam dan suster serta mantan menteri ESDM Ignatius Jonan dan sekitar 400 undangan. Tema perayaan itu adalah “Be Generous be Prosperous” (Ketika ada kemurahan hati maka ada kemakmuran).

Menurut Linggo, kegiatan itu dilaksanakan secara berkala sejak tiga tahun lalu. Tahun 2018 “untuk membantu renovasi pembangunan seminari di Sibolga, Sumatera Utara, tahun 2019 untuk pembangunan seminari di Makassar, dan tahun ini untuk renovasi gedung seminari di Maumere.” Untuk kegiatan itu, lanjutnya, Komunitas Peduli Seminari KPS yang merupakan bagian dari PUKAT KAJ melakukan pameran lukisan, hiburan oleh sejumlah artis, dan makan malam,” jelasnya.

Sebelum memutuskan untuk melaksanakan kegiatan itu, lanjutnya, “kami mendapat arahan dari Komisi Seminari KWI dan Kardinal Ignatius Suharyo tentang lembaga pendidikan mana yang harus dibantu, dan Seminari di Maumere itu menjadi pilihan.”

PUKAT KAJ, yang didirikan atas inisiatif Uskup Agung Jakarta kala itu Mgr Leo Soekoto SJ, saat ini berusia 30 tahun. Sudah 25 tahun PUKAT KAJ merayakan Makan Malam Tahun Baru Imlek Christmas Concert. Kegiatan itu selain menghibur undangan juga mendorong mereka memberi donasi untuk karya-karya sosial di bidang kesehatan dan pendidikan untuk Indonesia bagian Timur, jelasnya.

Kegiatan penggalangan dana lainnya dilakukan dalam bentuk maraton 5 km dan 10 km. Tujuannya, jelas Linggo, untuk menghimpun dana guna membantu gereja-gereja yang belum dibangun karena kesulitan dana. “Belum lama ini kami membantu pembangunan gereja di Cikarang, Ciledug  dan Ciputat, serta Rumah Duka Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta serta sekolah Strada.

Mgr Edwaldus Sedu berterima kasih kepada PUKAT KAJ. Uskup meyakini, semua itu muncul karena gerakan Roh Kudus. “Semua ini semata-mata karena gerakan Roh Kudus, sehingga kami seluruh umat di Keuskupan Maumere tidak sendirian, tapi bersama umat beriman lain yang berkehendak baik,” kata uskup.

Barongsai, Liong dan berbagai dari berbagai penyanyi termasuk imam mewarnai acara itu. Selain itu, peserta menyaksikan pameran lukisan serta lelang karya seni itu untuk renovasi gedung seminari BMSB. (PEN@ Katolik/Konradus R Mangu)

#penakatolik

Tinggalkan Pesan