Masyarakat di Hong Kong mengenakan masker guna agar tidak terjangkit dengan virus corona
Masyarakat di Hong Kong mengenakan masker guna agar tidak terjangkit dengan virus corona

Paus Fransiskus meminta umat beriman “untuk berdoa bagi saudara-saudari dari Cina” yang terkena dampak epidemi virus corona. “Semoga sesegera mungkin mereka menemukan cara penyembuhan,” kata Paus Fransiskus dalam audiensi umum 12 Februari 2020. Saat ini keseluruhan jumlah orang yang terinfeksi diperkirakan lebih dari 44.000 orang di Cina daratan, serta kasus-kasus di lebih dari 20 negara. Covid-19, demikian sebutan resmi penyakit itu, telah menewaskan lebih dari 1.100 orang di Cina, tempat penyakit itu muncul. Namun di tanggal yang sama, di hari audiensi itu Cina melaporkan jumlah terendah kasus baru dalam hampir dua minggu, sedangkan sehari sebelumnya, 11 Februari, dikonfirmasi 2.015 kasus baru. Dalam langkah terbaru guna berupaya menghentikan penyebarannya, Cina mengatakan cemas dengan kembalinya anak-anak ke sekolah. Beberapa provinsi telah menutup sekolah hingga akhir Februari. Keprihatinan akan epidemi virus corona sudah dinyatakan Paus tanggal 26 Januari saat berdoa untuk para korban dan keluarganya dalam Doa Angelus. Setelah mengungkapkan keprihatinan itu, Takhta Suci menyumbangkan 600.000 masker untuk dibagikan kepada orang-orang di daerah-daerah yang paling berdampak. Dalam sebuah pernyataan, Kantor Pers Vatikan mengatakan, masker-masker itu dikirim ke Provinsi Hubei, Zhejiang, dan Fujian guna membantu membatasi penyebaran virus corona. Juga dikatakan, bantuan itu adalah inisiatif bersama Kantor Amal Kasih Kepausan dan Pusat Misionaris Gereja Cina di Italia, bekerja sama dengan apotek Vatikan.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Linda Bordoni/Vatican News)

Artikel terkait:

Vatikan kirim masker medis ke Cina guna membantu hentikan penyebaran virus corona

Konferensi internasional Singles for Christ di Jakarta dibatalkan di tengah wabah virus corona

Tinggalkan Pesan