Kerumunan rakyat dalam aksi protes di Bogotà, Colombia  (AFP)
Kerumunan rakyat dalam aksi protes di Bogotà, Colombia (AFP)

Para Uskup Kolombia menyampaikan tujuh poin utama yang menjadi fokus mereka dalam pesan yang dirilis pada Konferensi Pers di akhir Sidang Umum ke-109 mereka. Tujuh poin itu adalah: mempertahankan dan menghormati kehidupan, perlunya dialog sosial, realisasi proyek bersama untuk negara, mendukung secara efektif proses perdamaian, mengenali “kejahatan yang sangat serius” dari perdagangan narkoba serta konsekuensi manusiawi, sosial, politik dan ekonominya, menyambut kaum migran sebagai “saudara-saudara kita”, dan meningkatkan ekologi integral.

Dalam momen bersejarah yang menentukan, kompleks dan mengkhawatirkan yang dialami negara ini, tulis pesan itu, “perlu mengadopsi sikap mendengarkan, refleksi, dialog, persatuan dan komitmen guna mengubah setiap kesulitan menjadi peluang.”

Kolombia saat ini menghadapi gelombang besar pengungsi dari negara tetangga Venezuela. Beberapa bulan terakhir, orang-orang juga turun ke jalan memprotes kebijakan pemerintahan Presiden Iván Duque, termasuk dugaan dukungan terhadap rencana ekonomi yang tidak populer dan kurangnya tindakan pemerintah untuk melawan pembunuhan aktivis HAM dan untuk mengendalikan korupsi.

Gereja Kolombia, tulis dokumen itu, menegaskan “pembelaan dan penghormatan terhadap kehidupan.” Para Uskup meminta agar “gelombang” kekerasan yang “menyusahkan umat dan komunitas” diakhiri, karena “tidak ada yang dicapai baik dengan senjata maupun pembebanan ide.”

Para Uskup percaya, melalui dialog, Gereja bisa “mengidentifikasi kebutuhan penduduk dan memperkuat hubungan antara negara dan masyarakat sipil.”

Mereka juga menekankan pentingnya proses perdamaian dan perlunya “memberikan perhatian khusus bagi para korban dan orang-orang yang telah meninggalkan senjata dan sekarang sedang berupaya sepenuhnya kembali berintegrasi dengan masyarakat.” Penting untuk “menjaga pintu dialog tetap terbuka dan berjuang tanpa lelah untuk rekonsiliasi,” tulis pesan itu.

Para uskup mencatat, perlu upaya yang sama untuk mengalahkan perdagangan narkoba dan semua kegiatan terkait dan untuk menghentikan eksploitasi kaum migran sebagai tindakan “tidak manusiawi dan tidak adil.”

Akhirnya, berkenaan dengan ekologi integral, para uskup menyoroti “kerusakan serius dan tidak dapat diperbaiki yang disebabkan oleh pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada manusia agar bisa menjadi rumah bersama.” Mengacu pada Sinode Oktober tentang wilayah Pan-Amazon, para uskup mengatakan, “Kita harus membuat komitmen nyata dan terlihat terhadap ‘jantung biologis planet ini’ dan komunitas-komunitas yang mendiaminya, terutama masyarakat adat. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Francesca Merlo/Vatican News)

Tinggalkan Pesan