Suasana Tahbisan imam di Katedral Ambon (PEN@ Katolik/Jo Ohoiwutun)
Suasana Tahbisan imam di Katedral Ambon (PEN@ Katolik/Jo Ohoiwutun)

Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengucapkan “proficiat” kepada keluarga-keluarga dari enam orang yang ditahbiskan imam. “Anda telah merelakan anak Anda untuk sebuah jalan yang di zaman modern ini makin tidak gampang, tapi mulia dan agung, jalan hidup imamat,” kata Mgr Mandagi seraya berterima kasih kepada keluarga-keluarga “yang sudah mempersembahkan anggota keluarga mereka “untuk pelayanan Gereja dan masyarakat.”

Mgr Mandagi berbicara dalam sambutan setelah menahbiskan Pastor Rully Teniwut Pr, Pastor Jemris Rangkoly Pr, Pastor Aris Elsoin Pr, Pastor Aloy Kelbulan Pr, Pastor Sam Anitu Fangohoi MSC, Pastor Ongen Rahanubun MSC di Katedral Santo Fransiskus Xaverius Ambon, 1 Februari 2020.

Bagi keenam imam yang ditahbiskan itu, Mgr Mandagi mengingatkan perkataan Paus Fransiskus belum lama ini, “seorang imam harus memiliki empat kedekatan, kedekatan dengan Allah dalam doa, kedekatan dengan uskupnya, kedekatan dengan rekan-rekannya dan kedekatan dengan umat Allah. Kalau salah satu dari kedekatan ini tidak ada, imam itu akan tergelincir.”

Mgr Mandagi tidak mengomentari perkataan Paus itu, karena dalam sambutan itu uskup hanya ingin mengucapkan proficiat dan terima kasih.

Proficiat yang lain disampaikan kepada keluarga besar Tarekat MSC. “Anda mendapat dua tenaga baru,” kata Mgr Mandagi yang juga berasal dari Tarekat MSC seraya berharap kedua imam baru itu merupakan “tenaga yang berguna yang tidak macam-macam, karena banyak yang MSC juga macam-macam.”

Proficiat berikut diberikan kepada umat Keuskupan Amboina karena bertambahnya pendamping-pendamping yang baru. Dengan tahbisan empat imam projo itu, kini Keuskupan Amboina memiliki 99 imam projo. “Rupanya cukup sulit untuk mencapai 100,” kata uskup yang menceritakan ketika sudah hendak mencapai 100, satu ‘hilang’ dan dua meninggal. “Tahun depan barangkali ada dua dari imam projo. Saya harap mereka tidak ‘mati’ atau keluar,” kata Mgr Mandagi.

Terima kasih pertama disampaikan Mgr Mandagi kepada pemerintah. “Luar biasa perhatian pemerintah yang hadir pada kesempatan ini. Kehadiran pemerintah adalah tanda bahwa pemerintah memperhatikan kelompok beragama, khususnya umat Katolik, dan lebih khusus para imam,” kata uskup.

Terima kasih kedua untuk tokoh agama. “Kehadiran para tokoh agama mengungkapkan kerukunan antaraumat beragama yang luar biasa dialami di Provinsi Maluku. Provinsi Maluku semakin terkenal dengan kerukunan antarumat beragama. Kita boleh bangga, seluruh dunia mengakui kerukunan antarumat beragama di sini. Dan ini terbukti dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Mgr Mandagi.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Omo yang dalam sambutan mengatakan dengan tahbisan itu terjadi pesta di surga, dan tahbisan itu adalah bagian dari perintah Yesus untuk “pergi ke ujung-ujung bumi  dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”

Atas nama perintah daerah dan rakyat Maluku, Barnabas Omo berharap fungsi seorang imam “tidak hanya dirasakan oleh masyarakat beragama Katolik, tetapi tugas, tanggung jawab dan fungsinya secara luas dapat bermakna bagi kehidupan dan kedamaian seluruh umat di Maluku yang terbentang dari Timur, Kepulauan Aru, sampai ke Barat, Pulau Buru, dari Utara, Pulau Seram, sampai ke Selatan, Maluku Barat Daya.”

Itu Maluku, tegas Wakil Gubernur Barnabas Omo, “Meski beragama Islam, Kristen, Hindu atau Budha, kita semua bersaudara!”(PEN@ Katolik/pcp/Jo Ohoiwutun)

Tahbisan Imam Amboina 4

Suasana Tahbisan di Katedral Ambon (PEN@ Katolik/Jo Ohoiwutun)
Suasana Tahbisan di Katedral Ambon (PEN@ Katolik/Jo Ohoiwutun)

1 komentar

Tinggalkan Pesan