PDS KAS 1
Suasana ibadat ekumene di Gereja SPM Bunda Kristus Wedi (PEN@ Katolik/lat)

Kegiatan Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani (PDS KUK) 2020 yang dilaksanakan sejak 18-25 Januari 2020 di wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS) mendapat respon positif dan menggembirakan dari berbagai Gereja baik dari Kristen Katolik maupun Kristen lainnya.

Berdasarkan pengamatan PEN@ Katolik, di tahun 2020 semakin banyak Gereja terlibat dalam kegiatan PDS dan para imam Gereja Katolik, imam Gereja Ortodoks, para pendeta Kristen dan masing-masing jemaatnya semakin kuat bekerja sama membuat kegiatan bersama berupa ibadat ekumene dan aksi sosial bisa dilakukan bersama-sama.

Di wilayah Kevikepan Semarang, ibadat ekumene diselenggarakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gereformeerd Semarang, Gereja Kristus Raja Ungaran, GKI Karangsaru, Gereja Santo Ignatius Krapyak, Gereja Santo Martinus Weleri, Gereja Isa Almasih Weleri, Gereja Jemaat Kristus Indonesia Salatiga, Gereja Santo Antonius Padua Kendal, dan Gereja Santo Petrus Krisologus BSB Semarang.

Di Kevikepan Kedu, ibadat ekumene diselenggarakan di Gereja Santo Yusuf Mertoyudan, Gereja Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Gereja Santo Kristoforus Banyutemumpang.

Di Kevikepan Yogyakarta, ibadat ekumene diselenggarakan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman dan Gereja Santo Yakobus Klodran. Di Kevikepan Surakarta, ibadat ekumene diselenggarakan di Gereja Santo Paulus Kleco, GKJ Glodogan, dan Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi.

Dalam bahan doa berupa leaflet dan booklet yang dikirim ke seluruh paroki dan komunitas religius di wilayah KAS, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Pastor Eduardus Didik Chahyono Widyatama SJ menjelaskan, PDS KUK 2020 bertema “Kebaikan Hati yang Luar Biasa” diinspirasikan dari teks, “Penduduk pulau itu sangat ramah kepada kami” (lih. Kis 28: 2).

Tema tahun ini, tegas imam itu, menjadi istimewa karena disiapkan oleh Gereja di Malta, pulau yang ditunjuk dalam kisah itu. Perwakilan konferensi waligereja (para uskup) dan persekutuan Gereja-Gereja Kristen di Malta berkumpul untuk menyiapkan bahan itu. Kemudian teks itu disempurnakan bersama dalam Pertemuan Komite Internasional tentang Iman Dewan Gereja-Gereja Sedunia dan Komisi Kepausan untuk Kesatuan Umat Kristen di Malta di bulan September 2018, tulis imam itu.

Teks yang diambil itu, lanjut Pastor Didik, adalah bagian dari kisah Paulus yang hendak dibawa ke Roma. Dalam perjalanan itu, kapal yang dinaiki kandas. Dalam Kisah Para Rasul 28:1-2 dikatakan, “Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu bahwa daratan itu adalah pulau Malta. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.”

Paulus, lanjut Pastor Didik, sungguh mengenang peristiwa itu. “Ia mengalami orang-orang yang penuh cinta kasih, meski ia tidak pernah mengenal mereka,” tulisnya.

Menurut Pastor Didik, tema itu mengajari umat Kristiani agar memiliki pijakan spiritualitas yang kuat untuk membangun kesatuan dan mewartakan kabar sukacita. “Spiritualitas itu bisa dipelajari orang-orang Malta waktu itu yang menunjukkan kebaikan hati luar biasa. Secara manusiawi pasti terdapat hal-hal yang membedakan kita, tetapi sebagai pengikut Kristus, tampaknya kita tidak bisa lari dari doa-Nya yang meminta kita bersatu.”

Yesus berdoa kepada Bapa, tulis imam itu, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku,” (Yoh 17: 21).(PEN@ Katolik/Lukas Awi Tristanto)

Artikel Terkait:

Karya kasih Gereja-Gereja Kristus perlu menjadi gerakan bersama

Paus tutup pekan doa untuk persatuan umat Kristen dengan ajakan menjadi lebih ramah

PDA KAS 2
Ibadat Ekumene di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi Klaten (PEN@ Katolik/lat)

Tinggalkan Pesan