(PEN@ Katolik/yf)
(PEN@ Katolik/yf)

Belajarlah setia dan tulus dalam hal-hal kecil dan sederhana. Bacalah Kitab Suci dengan penuh iman. Rawatlah hidup panggilanmu, pertama-tama di dalam hati dan hidupmu setiap hari. Hatimu dan juga tubuhmu adalah altar suci yang mesti dijaga. Bawalah altar Tuhan dalam pergulatan hidup setiap hari, dalam karya pelayanan seorang biarawati sejati. Teruslah berkontemplasi seperti Bunda Maria agar memiliki kepasrahan sekaligus kekuatan dalam hidup dengan segala tantangannya.

Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu menyampaikan pesan itu kepada Suster Angelina Imelda Ma Florentina Kalamidi Ole ASP dalam perayaan Kaul Kekal dalam Misa di gereja Spiritu Santo Misir Maumere, 25 Januari 2020. ASP adalah singkatan dari Angelic Sisters of Saint Paul atau Kongregasi Suster-Suster Malaikat Santo Paulus.

Mgr Edwal mengatakan dalam Misa dengan 12 imam konselebran dan dihadiri Suster Delegasi Superior General Suster Ruby Diva ASP, para suster ASP Maumere, biarawan-biarawati, serta umat paroki Misir, bahwa iman suster mesti diperjuangkan dalam cinta akan kebenaran dan keadilan, dan hidup doa setiap hari adalah pergulatan panjang untuk menemukan yang benar, yang adil dan yang baik.

“Hayatilah kesetiaan dan ketaatan dalam rahmat Tuhan sendiri sebagaimana Maria menerima setiap pedang yang terhunus di hatinya,” kata mantan Praeses Seminari Tinggi Ritapiret Maumere Flores dalam Misa yang dimeriahkan Koor Esperansa Maumere.

Mantan Vikjen Keuskupan Maumere itu mengingatkan, kekayaan orang terpilih tidak terletak pada penampilan lahiriah, jubah dan wajah kalem, tetapi “dalam wajah Kristus sendiri yang berani menderita dan mengurbankan diri-Nya.”

Suster Imel demikian panggilan suster yang lahir di Pulau Solor, Paroki Yohanes Pembaptis Ritaebang Keuskupan Larantuka itu, memilih moto kaul kekalnya, “Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (2 Korintus 3:5b). Suster itu mengaku, mengikrarkan kaul kekal bukan karena dia hebat, “tetapi karya Tuhan yang luar biasa dalam seluruh panggilan hidup saya.”

Suster Ruby minta umat tidak hanya berdoa untuk panggilan tetapi “kerelaan hati untuk menyerahkan anaknya hidup membiara.”(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Tinggalkan Pesan