Ketua Presidium DPD WKRI Sulawesi Utara Meity Rampengan tandatangani SK Pimpinan Cabang yang baru di Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
Ketua Presidium DPD WKRI Sulawesi Utara Meity Rampengan tandatangani SK Pimpinan Cabang yang baru di Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)

“Wanita Katolik RI menjadi andalan keluarga, Gereja, dan masyarakat di era milenial.” Berdasarkan tema itu, seorang ibu berharap bahwa sesama ibu Katolik bisa menjadi panutan bagi ibu muda untuk berbagi pengalaman dan terus belajar, belajar dan belajar; bisa mengetahui perkembangan di era milenial, dan tidak salah menggunakan kecanggihan teknologi karena medsos dapat menghancurkan keluarga bahkan masyarakat.

Ketua Presidium DPD WKRI Sulawesi Utara Meity Rampengan berbicara dalam sebuah Konferensi Cabang Wanita Katolik RI (WKRI) di Sulawesi Utara, 18 Januari 2020.

Menurut Rampengan, dulu undangan rapat disampaikan dengan surat, “kini sosial media seperti aplikasi WhatsApp, Facebook, Twitter dan email memudahkan kita memberikan informasi, karena setiap tiga tahun sekali kita akan mengadakan pembaharuan pengurus melalui konferensi cabang untuk memilih ketua dan wakil ketua Wanita Katolik RI tingkat cabang.”

Selain itu, Rampengan  berpesan agar seluruh wanita Katolik menggunakan pakaian yang rapi dan sesuai, “karena saya lihat masih ada anggota WKRI masuk gereja menggunakan pakaian rumah atau pantai,” dan agar mempunyai prinsip dan saling bekerjasama, “karena kita bukan orang sempurna.”

Rampengan mengajak seluruh wanita Katolik bekerjasama dengan agama lain dan organisasi perempuan di pemerintahan untuk membuat kegiatan dengan mengangkat isu radikalisme, “sehingga silaturahmi antarumat beragama semakin kuat dan tidak mudah untuk diprovokasi.”

Wanita Katolik RI, lanjutnya, harus mempunyai aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Sering kita membeli air mineral dalam bentuk gelas plastik dan botol plastik. Mulai saat ini mari gunakan botol minum atau tambler untuk kurangi sampah plastik,” mintanya.

Semua harapan itu disampaikan Rampengan  dalam Konferensi Cabang ke-5 Wanita Katolik RI Cabang Kristus Raja Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang dalam pemilihan memilih Eske Piri dan Nenny Sualang masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua Wanita Katolik RI Cabang Kristus Raja Kotamobagu periode 2019-2022.

Kepala Paroki Pastor Engelbert Rio Sumajow Pr membenarkan bahwa di era milenial anggota Wanita Katolik RI harus peka “karena daya pikir semakin terbuka,” dan banyak belajar, “karena saya melihat ada yang senang dan ada merasa terpaksa masuk WKRI.”

Imam itu mendesak wanita Katolik untuk “melayani dan saling berbagi di tengah masyarakat, sehingga  di era milenial seluruh wanita Katolik menjadi andalan keluarga dan Gereja, dan tidak ada lagi kotak-kotak dalam organisasi wanita Katolik, tapi daya tahan kuat untuk bekerjasama membangun persaudaraan dan menyatukan perbedaan.”

Lurah Kelurahan Kotamobagu Felly Tandayu mengakui bahwa “Wanita Katolik memiliki jiwa kerja yang sudah memberi warna tersendiri di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.” Buktinya, lanjut lurah itu, wanita Katolik mau terlibat menjaga dan membersihkan sampah setelah umat Muslim menggelar sholat Idul Fitri.

Selain mengajak ketua dan wakil terpilih untuk bekerja membangun hubungan yang baik antara anggota dan pemerintah serta mendukung penuh program Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu, Tandayu berharap “wanita Katolik saling menolong, menegakkan NKRI, mempunyai jiwa Pancasila, dan berjuang bersama menjaga nama baik Gereja dan menjadi inti keluarga.”(PEN@ Katolik/michael)

Serah terima jabatan di WKRI Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
Serah terima jabatan di WKRI Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
PEN@ Katolik/ampcp
PEN@ Katolik/ampcp
PEN@ Katolik/ampcp
PEN@ Katolik/ampcp

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan