Uskup bergambar bersama warga binaan Kristiani serta anggota Dominikan Awam dan Legio di Kapel Katarina dari Siena  LPKA Pontianak (PEN@ Katolik/semz)
Uskup bergambar bersama warga binaan Kristiani serta anggota Dominikan Awam dan Legio di Kapel Katarina dari Siena LPKA Pontianak (PEN@ Katolik/semz)

Angga adalah seorang anak berusia 19 tahun, yang sudah 11 bulan berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pontianak. Di hadapan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dia mengatakan baru pertama kali berjumpa dengan seorang uskup.

“Sesuatu yang baik kami temukan di tempat yang mungkin tidak baik di mata orang. Tapi, kami merindukan kebersamaan, merindukan kunjungan dan jamahan dari orang-orang,” kata Angga mewakili teman-teman warga binaan kepada uskup itu.

Mgr Agus mengunjungi LKPA Pontianak di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, 6 Januari 2020, bersama anggota Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak, Legio Maria Pontianak, dan sejumlah umat lainnya. Di sana mereka merayakan Misa Natal di Kapel Katarina dari Siena yang khusus dibangun Mgr Agus untuk LPKA itu.

“Kami tahu kami pernah salah, tetapi tak ada gading yang tak retak. Sekuat apapun dan sehebat apapun seseorang pasti pernah juga melakukan kesalahan,” ujar Angga seraya mengungkapkan kerinduan akan kunjungan, doa, dan penguatan dari uskup.

Dalam homili Misa, Mgr Agus hanya bercerita tentang seorang pembuat jam. Cerita itu bertujuan untuk mendorong warga binaan untuk mempersiapkan dan mempersembahkan hati yang tulus ke hadapan Tuhan dan bukan materi.

“Ada pembuat jam selalu ingin memberikan persembahan Natal terbaik tiap tahun. Tetapi, setiap mau mempersembahkan kado Natal itu di Kandang Natal, selalu ada orang meminta pertolongan biaya. Sekali waktu, saat dia menyelesaikan Jam Natal untuk dipersembahkan di Kandang Natal, suami tetangganya minta pertolongan dana untuk pengobatan. Hatinya tergerak. Niat memberi kado di Kandang Natal tidak jadi diberikan karena dijualnya. Maka, saat ke gereja dengan tangan kosong, ia dicemooh dan dihina. Saat berdoa di Kandang Natal, tiba-tiba semua kado Natal berjatuhan ke bawah, dan kado jam yang ia jual untuk orang sakit itu melayang dan terletak secara ajaib di altar,” demikian cerita Mgr Agus.

Yang paling penting dari kejadian itu adalah bagaimana sikap hati serta persembahan hati yang tulus di hadapan Tuhan, kata Mgr Agus. “Bukan sekedar material, tetapi unsur hati yang paling penting,” jelas uskup seraya menambahkan, “penyerahan diri secara penuh kepada Allah, merupakan keutamaan yang sejalan dengan kemuliaan.”

Dalam kesempatan itu Presiden Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak Fransiskus Edy OP mengumumkan bahwa kapel di LPKA itu dibangun dua tahun lalu, “sebagai wadah dan tempat refleksi hidup bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan dan ingin mendekatkan diri dengan Tuhan.”

Sebenarnya, dari 43 warga binaan di LPKA itu hanya lima orang yang beragama Katolik, namun Mgr Agus mau membangun kapel itu “karena selama ini tidak ada tempat untuk ibadat atau Misa di sana, dan bapak uskup merasa mereka yang terpinggirkan juga mesti mendapat perhatian yang sama dari Gereja,” kata Edy kepada PEN@ Katolik.

Sebelum meninggalkan lembaga itu, Mgr Agus masih berpesan kepada anak-anak di situ untuk “tetap semangat dan optimis dalam menjalani proses ini, dan percaya dengan iman bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia, bukan untuk orang sehat, melainkan untuk yang salah jalan, sakit dan menderita, dan dengan kehadiran itu, mereka yang disembuhkan semakin kuat menjadi pewarta kabar baik dan teladan baik di masyarakat.”

Mendengar ajakan uskup agar anak-anak tetap semangat dan kuat dalam motivasi yang positif, dan berdisiplin diri, Angga mengatakan bahwa mereka sudah belajar dari kesalahan yang sudah terjadi. “Kita belajar mengerti Firman Tuhan yang menguatkan kita melalui kunjungan orang-orang di LPKA Pontianak ini,” katanya.(PEN@ Katolik/Semz)

Artikel Terkait:

Kunjungan Mgr Agus di Lapas Perempuan

Mgr Agus rayakan Natal bersama anak-anak panti asuhan

LPKA Pontianak 2
Suasana di Kapel Katarina dari Siena LPKA Pontianak yang dibangun Mgr Agus (PEN@ Katolik/zemz)
Mgr Agus membagikan Komuni didampingi Fransiskus Edy OP (kanan) (PEN@ Katolik/semz)
Mgr Agus membagikan Komuni didampingi Fransiskus Edy OP (kanan) (PEN@ Katolik/semz)

Tinggalkan Pesan