(PEN@ Katolik/semz)
(PEN@ Katolik/semz)

Dalam rangka Natal 2019, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan merayakan Misa Natal bersama 60 umat, di antaranya anggota Dominikan Awam Chapter Pontianak, Legio Maria, Kerahiman Ilahi, Wanita Katolik RI, Tim Musik Komsos Keuskupan Agung Pontianak, dan 27 warga binaan Kristiani.

Namun sebelum perayaan Misa di Lapas Sungai Kakap itu, 3 Januari 2020, Mgr Agus memberkati batu untuk menjadi fondasi kapel yang adakan dibangun dalam lapas itu. Menurut Mgr Agus, kapel itu dibangun untuk menjadi tempat reflektif bagi semua penghuni lapas. “Tujuan saya bangun ini bukan semata-mata untuk orang Kristiani tetapi bisa digunakan sebagai tempat refleksi diri bagi penghuni dan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Lapas Sungai Kakap,” kata uskup.

Perwakilan warga binaan yang berinisial Y mengatakan, “suatu hal yang mungkin tidak biasa dilakukan, tidak mungkin bagi kami, tapi sekarang kami senang boleh merasakan kehadiran dan kehangatan Uskup Agung Pontianak dalam Misa Natal bersama di sini.”

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan itu, Jaleha Khairan Noor, berterima kasih dan mengapresiasi teladan serta perhatian Gereja Katolik Pontianak terutama kehadiran Mgr Agus. “Terimakasih banyak atas pembangunan kapel untuk warga binaan dan untuk kehadiran Mgr Agus yang menunjukkan perhatian yang tidak biasa. Semoga dengan ini kita bisa semakin bekerjasama, sehingga toleransi beragama semakin tercermin di bangsa kita, terlebih di Lapas Sungai Kakap,” ujarnya.

Mgr Agus berpesan dalam sambutan agar semua warga binaan bersabar dan kuat dalam iman, “sehingga di saat keluar dari rumah binaan, bisa berubah dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.” Mgr Agus mengakui, kondisi mereka sulit dikatakan, “tapi kita harus mampu melihat sisi positif dari apa yang sudah terjadi demi perubahan diri yang lebih baik.”

Hidup di dunia sifatnya hanya sementara, tegas uskup dalam pertemuan yang ditutup dengan ramah tamah dan tarian massal ‘Doleng Donado’ yang dia pimpin, maka “mari kita gunakan kesempatan sementara itu untuk mewartakan kasih dan damai saat di tengah masyarakat nanti.” (PEN@ Katolik/Semz)

PEN@ Katolik (semz)
PEN@ Katolik (semz)
(PEN@ Katolik/semz)
(PEN@ Katolik/semz)

Tinggalkan Pesan