Pastor Hendrik Maku SVD secara simbolis menyerahkan bantuan 100 sak semen untuk pembangunan mesjid di Flores (PEN@ Katolik/yf)
Pastor Hendrik Maku SVD (pakaian hitam) secara simbolis menyerahkan bantuan 100 sak semen untuk pembangunan mesjid di Flores (PEN@ Katolik/yf)

Hasan Ibrahim yang bertugas sebagai Penasihat Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Huda di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Flores, menyambut bantuan 100 sak semen yang diberikan oleh Pastor Hendrik Maku SVD, dosen Filsafat Islam di STFK Ledalero, Maumere, sebagai amal jariyah.

“Amal Jariyah adalah amal yang akan mendatangkan pahala kekal. Amal itu akan menginspirasi banyak orang untuk melakukan amal yang sama,” ujar Hasan mewakili umat Islam Maumbawa seraya menegaskan bahwa sumbangan, yang diserahkan secara simbolis 2 Januari 2020 itu akan betul-betul digunakan untuk mendukung pembangunan masjid.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki Matris Dolorosae Mangulewa, Bajawa, Bene Molo mengatakan, yang dilakukan Pastor Hendrik adalah sebuah bentuk toleransi yang nyata. “Toleransi jangan hanya di atas mulut, tetapi harus bisa dikonkretkan seperti yang dilakukan Biarawan SVD asal Manggarai ini,” kata Molo.

Dalam sambutan penyerahan bantuan itu, Pastor Hendrik mengatakan, sumbangan 100 sak semen itu merupakan salah satu bentuk aplikasi Pesan Natal PGI dan KWI 2019 bertema “Hiduplah Sebagai Sahabat Dengan Semua Orang,” termasuk dengan kaum muslimin dan muslimah.

Agama, menurut Pastor Hendrik, bukan tembok yang membatasi penganutnya dalam membangun kerjasama. “Agama adalah jembatan menuju perdamaian dan kerjasama demi kemaslahatan banyak orang,” kata Pastor Hendrik yang menyesalkan masih ada umat yang mempersoalkan perbedaan.

“Perbedaan dalam kehidupan sosial termasuk agama dan keyakinan adalah keniscayaan. Umat beragama mesti bisa menikmati indahnya pelangi kehidupan yang dibingkai oleh aneka ragam agama dan keyakinan,” kata imam itu. (PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Tinggalkan Pesan