Pastor Hovsep Bedoyan
Pastor Hovsep Bedoyan

Pastor Hovsep Bedoyan, kepala umat Katolik Armenia di Qamishli yang berpenduduk mayoritas Kurdi dekat perbatasan dengan Turki, dan ayahnya, Abraham Bedoyan, sedang bepergian dengan mobil ke Provinsi Deir Al-Zor ketika orang-orang bersenjata menembak mereka, 11 November 2019. Mereka mengawasi restorasi sebuah gereja di Deir Al-Zor. Orang ketiga, diakon dari Al-Hasakeh, terluka dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS. Wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur itu diawasi oleh tentara AS yang masih harus menarik diri dari wilayah kaya minyak, yang terletak di sebelah timur Sungai Eufrat itu. Hari itu, dua pemboman terpisah terjadi di Qamishli, salah satunya dekat gereja Khaldea. Sedikitnya enam orang tewas dan 20 terluka. Umat Katolik Armenia di Suriah adalah kelompok kecil yang resmi diakui tahun 1742. Kini jumlahnya sekitar 600.000. Inilah Gereja patriarki “sui iuris” (otonom) dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma. Sebelum perang saudara Suriah, lebih dari 100.000 warga etnis Armenia tinggal di Suriah, terutama di provinsi barat laut Aleppo. Banyak yang melarikan diri, termasuk ribuan ke Armenia. Pastor Bedoyan adalah yang terbaru dalam daftar panjang para imam dan religius yang terbunuh atau hilang di wilayah itu sejak Suriah terlibat perang. Pastor Frans Van der Lugt SJ ditembak (2015), dan Pastor Francisois Francois Murad dipenggal oleh ISIS (2013). Yang diculik dan jejaknya hilang adalah Pastor Paolo Dall’Oglio SJ, dua Uskup Ortodoks (Bulos Yazigi dan Yohanna Ibrahim), dan Pastor Katolik Michel Kayyal serta Pastor Ortodoks Maher Mahfuz. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Linda Bordoni/Vatikan News)

Tinggalkan Pesan