Bruder Peter Tabichi membacakan Doa Perdamaian Santo Fransiskus di depan Sidang Kongres AS (foto diambil dari web sadcnews.org)
Bruder Peter Tabichi membacakan Doa Perdamaian Santo Fransiskus di depan Sidang Kongres AS (foto diambil dari web sadcnews.org)

Bruder Peter Tabichi, seorang Fransiskan dari Kenya, yang bulan Maret memenangkan Global Teacher Prize membacakan Doa Perdamaian dari Santo Fransiskus di hadapan sidang Kongres AS, di Capitol, Washington DC.

Sebelum dimulainya sesi di Kongres, Bruder Tabichi diperkenalkan sebagai kapelan tamu yang kemudian dipanggil untuk memimpin doa pembukaan majelis itu. Bruder Tabichi, seperti dilaporkan oleh Vatican News 19 September 2019, membuat Tanda Salib dan memulai membaca doa itu. Menjelang akhir doa itu, dia menambahkan:

“Kami berdoa untuk perdamaian dunia. Kami berdoa agar tangan dan hati kami diulurkan dengan belas kasih untuk melayani orang lain. (Tuhan) Engkau mengingatkan kami; siapa pun yang ingin menjadi yang pertama harus mengambil tempat yang terakhir dan menjadi pelayan bagi semua orang. Tuhan, jadikan kami alat perdamaian-Mu,” doa Bruder Tabachi.

Bruder Tabichi, yang menurut tweet foto dari Direktur dari Sekretaris Pers dan Direktur Komunikasi Gedung Putih baru bertemu Presiden AS Donald Trump, saat ini mengajar Sains di sebuah sekolah menengah di desa Pwani di Njoro, distrik Nakuru, Kenya.

“Seorang Bruder Fransiskan yang rendah hati dan penuh sukacita dari pedesaan Kenya, menggemakan kata-kata yang dikenal dunia dari Santo Fransiskus dari Assisi, dan memberkati pertemuan Agustus itu dengan Doa Perdamaian Santo Fransiskus,” kata kongregasi religiusnya.

“Bruder Peter (Tabichi) berdiri di hadapan majelis sebagai kisah luar biasa yang pantas dia terima. Dia yang baru diakui sebagai Guru Global tahun 2019, adalah saksi hidup akan kekuatan pendidikan dan nilai serta martabat profesi guru. Selamat, Bruder Peter. Kehormatan yang terjadi di tahun peringatan dua abad Bruder-Bruder Fransiskan dari Ordo Ketiga Reguler, menggarisbawahi nilai panggilanmu dan panggilan para konfratermu untuk hidup sederhana yang ditandai pelayanan, persaudaraan, dan doa,” kata Ordo Fransiskan.

Minggu ini, media melaporkan secara luas bahwa Bruder Tabichi juga akan menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB di New York. Dia akan menggunakan kesempatan itu untuk mendorong para pembuat keputusan dunia untuk meningkatkan pengajaran sains di Afrika.

Bruder Tabichi, 36, pada bulan Maret, dianugerahi Global Teacher Prize dari the Varkey Foundation dalam acara di Dubai, Uni Emirat Arab. Sejak kemenangannya, ia telah berkeliling dunia dan telah menginspirasi banyak orang.

Doa Perdamaian Santo Fransiskus dari Assisi:

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.

Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.

Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,

ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;

mengerti daripada dimengerti;

mengasihi daripada dikasihi;

sebab dengan memberi kita menerima;

dengan mengampuni kita diampuni,

dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.

Amin. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Bruder Peter Tabichi dari Kenya adalah guru terbaik sedunia

Bruder Tabichi bertemu bertemu Presiden AS Donald Trump (Foto File PBB)
Bruder Tabichi bertemu bertemu Presiden AS Donald Trump (Foto File PBB)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan