Kardinal Roger Etchegaray (1922-2019).  (AFP)
Kardinal Roger Etchegaray (1922-2019). (AFP)

Presiden emeritus Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian dan Dewan Kepausan “Cor Unum,” Kardinal Roger Etchegaray dari Prancis, meninggal dunia. Kardinal berusia 96 tahun itu meninggal tanggal 4 September di Cambo-les-Bains, di Keuskupan Bayonne, Prancis.

Dengan “pedih” Paus Fransiskus mendengar kematian Kardinal Etchegaray itu keesokan harinya. Dalam Misa, yang dirayakan di Kedutaan Vatikan Maputo, Mozambik, tempat Paus melakukan kunjungan apostolik, Bapa Suci menyebut Kardinal asal Prancis itu sebagai orang yang suka dialog dan perdamaian.

Paus juga mengenang Kardinal José de Jesús Pimiento Rodríguez dari Kolombia yang meninggal sehari sebelumnya, 3 September. Demikian penjelasan dari Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni.

Kardinal Etchegaray lahir 25 September 1922 di Espelette, Keuskupan Bayonne, Prancis. Setelah belajar di seminari menengah di Ustaritz, ia melanjutkan studi di seminari tinggi di Bayonne dan di Universitas Kepausan Gregoriana di Roma dan memperoleh lisensi bidang teologi suci dan doktor hukum kanon.

Setelah tahbisan imam 13 Juli 1947, ia mulai bekerja di Keuskupan Bayonne. Tahun 1961, ia mulai bekerja untuk Konferensi Waligereja Prancis, dan dari tahun 1966 hingga 1970 ia menjadi Sekretaris Jenderal konferensi itu.

Santo Paus Paul VI mengangkatnya menjadi Uskup Auksilier Paris 29 Maret 1969, dan 22 Desember 1970 menjadi Uskup Agung Marseille. Tahun 1975 dia terpilih sebagai presiden Konferensi Waligereja Prancis, jabatan yang dipegangnya dalam dua periode hingga 1981. Tahun 1971, Kardinal Etchegaray menjadi presiden pertama Dewan Konferensi-Konferensi Waligereja Eropa yang baru dibentuk.

Santo Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi kardinal tahun 1979, dan 8 April 1984, ia diangkat menjadi Presiden Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian serta Dewan Kepausan Cor Unum. Selama bertahun-tahun, Kardinal Etchegaray tanpa lelah melayani proses perdamaian, hak asasi manusia dan kebutuhan orang miskin, membawa pesan dan cinta Paus ke banyak negara.

Dia melaksanakan Pertemuan Perdamaian Assisi yang bersejarah tahun 1986 antara perwakilan agama-agama besar untuk menghadapi meningkatnya ketegangan di dunia yang terbagi menjadi beberapa blok dan untuk menghadapi ketakutan akan perang nuklir.

Tanggal 15 November 1994, ia diangkat menjadi Presiden Komite Sentral yang mengawasi peringatan Tahun Suci 2000.

Kardinal Etchegaray juga melakukan misi diplomatik penting untuk Tahta Suci. Mei 2002, dia berada di Yerusalem untuk mengupayakan perdamaian di Timur Tengah, dan Februari 2003, dia berada di Baghdad membawa pesan rekonsiliasi Paus.

Tanggal 30 April 2005, Paus Benediktus XVI menyetujui pemilihan Kardinal Etchegaray sebagai Wakil Dekan Kolese Kardinal. Juni 2017 ia mengundurkan diri dari tugas itu karena usia lanjut. Dia sudah berusia 94 tahun. Paus Fransiskus secara pribadi menyalaminya saat dia meninggalkan Roma untuk pulang ke tanah kelahirannya.

Pemakaman Kardinal Etchegaray dijadwalkan 9 September di Katedral Santa Maria di Bayonne. Dengan kematiannya, kardinal sekarang berjumlah 213 orang, 118 di antaranya adalah pemilih dan 95 bukan pemilih. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan