HUT ke-109 Ibu Teresa dirayakan di makamnya di Kolkata, India, 26 Agustus 2019. (AFP)
HUT ke-109 Ibu Teresa dirayakan di makamnya di Kolkata, India, 26 Agustus 2019. (AFP)

Uskup Agung Kolkata Mgr Thomas D’Souza merayakan Misa HUT ke-109 Ibu Teresa di makam orang kudus itu di Rumah Induk atau kantor pusat para suster Misionaris Cinta Kasih (MC), di kota Kolkata, India timur, 26 Agustus 2019.

“Yesus mengajak kita untuk saling mengasihi. Ibu melayani yang termiskin dari yang miskin dengan pelayanan tanpa pamrih dan kasih penuh gairah, serta memberikan mereka kepada Yesus melalui karyanya,” kata uskup agung itu dalam homilinya.

Kemudian, uskup agung itu menyalakan lilin di makam yang dihias dan orang-orang yang hadir menyanyikan ‘Happy Birthday’ kepada pendiri mereka, yang dikenal dengan Ibu Teresa.

Pemimpin Umum Misionaris Cinta Kasih Suster Mary Prema mengatakan, “Ibu selalu mengulangi bahwa kita dipanggil untuk setia, bukan untuk berhasil.”

Ulang tahun orang kudus itu adalah perayaan besar di rumah induk saat dia masih hidup, dan para biarawati terus merayakannya bahkan setelah kematiannya tahun 1997 dan kanonisasi tahun 2016.

Para biarawati senior mengatakan kepada UCANews bahwa tradisi merayakan ulang tahun Ibu Teresa terus dirayakan di 700 rumah ordo di 136 negara, bahkan setelah kematiannya.

Saat ini, suster MC di seluruh dunia berjumlah 4.500 anggota.

Vikjen Keuskupan Agung Kolkata Pastor Dominic Gomes yang merayakan Misa itu bersama Mgr D’Souza melihat perayaan itu sebagai perayaan luar biasa. “Peringatan ke-109 kelahiran Santa Ibu Teresa yang kita cintai adalah momen ucapan syukur melalui doa dan sukacita,” katanya kepada AsiaNews seraya mencatat bahwa kapel itu dipenuhi orang-orang dari semua kelas sosial.

Dalam kalender liturgi Katolik, hari raya orang kudus biasa dirayakan pada hari kematian, hari ia mencapai kehidupan surgawi. Bunda Teresa terlahir sebagai Agnes Gonxha Bojaxhiu dari orangtua Albania, 26 Agustus 1910, di Skopje, yang sekarang bernama Makedonia Utara. Remaja berusia 19 tahun itu tiba di Kolkata, India timur, tahun 1929 dengan para Suster Loreto dari Irlandia. Setelah novisiat, ia jadi anggota kongregasi. Kemudian tahun 1950, ia mendirikan ordo Misionaris Cinta Kasih untuk orang-orang miskin dan terlantar. Dia meninggal 22 tahun lalu, 5 September 1997, di Rumah Induk, pada usia 87 tahun. Dia dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Fransiskus, 4 September 2016, dan pesta liturginya dirayakan 5 September, hari saat dia meninggal. (PEN@ Indonesia/pcp berdasarkan laporan Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan