Rektor Seminari Tinggi Santo Kamilus Pastor Cyrelus Suparman Andi MI bergambar bersama seorang pasien ODGJ dirumah "manusiawi" yang bebas pasung
Rektor Seminari Tinggi Santo Kamilus Pastor Cyrelus Suparman Andi MI bergambar bersama seorang pasien ODGJ di rumah “manusiawi” yang bebas pasung

Sadar bahwa semakin dipasung orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan semakin ‘gila’ karena tertekan dan bahwa pasung bukan zamannya lagi saat ini, apalagi kondisi tempat tinggal ODGJ biasanya memprihatinkan dengan perlakuan tidak manusiawi, sejak 2016 Seminari Tinggi Santo Kamilus Nita Maumere, NTT, membangun 25 rumah bebas pasung bagi ODGJ sebagai “solusi manusiawi.”

Rektor Seminari Tinggi Santo Kamilus Pastor Cyrelus Suparman Andi MI mengungkapkan hal itu dalam pembicaraan dengan PEN@ Katolik di Biara Camillian, Nita, 14 Agustus 2019, seraya menjelaskan bahwa seminari itu sudah membangun rumah bebas pasung di Nita, Nele, Kewapante, Watubala, Lela, Sikka, Habi, Hepang, Nanga, Bolowolon dan Maumere.

Imam dari Kongregasi Camillian (MI) itu menjelaskan, rumah “manusiawi” itu berukuran 3×4 meter dilengkapi tempat tidur dan peralatannya, toilet jongkok, lantai keramik berwarna putih, serta dinding beton dilapisi cincangan bambu di dalam dan luar, “sehingga pasien tidak merasa tinggal di rumah terkunci dan tekanan emosionalnya bisa berkurang.”

Untuk memantau keadaan pasien, biarawan asal Manggarai itu membangun partner dengan keluarga untuk mengawasi dan dengan puskesmas untuk pemberian obat gratis. “Keluarga memiliki tanggungjawab atas perkembangan pasien, yang mudah sembuh kalau diperhatikan dengan baik, makan teratur dan selalu menjaga kebersihan,” kata Pastor Andi seraya berharap keluarga yang berkunjung selalu mengajak pasien bicara, bercanda bahkan selfie, agar pemulihan pasien semakin cepat.

Kongregasi Camillian yang memiliki spiritualitas kesehatan bukan hanya selalu mendoakan agar ODGJ cepat sembuh tetapi memberi perhatian tulus dengan membangun rumah bebas pasung dan menyiapkan lapangan kerja bagi pasien yang telah sembuh.

“Mau usaha apa?” tanya Pastor Andi kepada seorang yang sudah sembuh. “Mau pelihara ayam,” jawabnya. “Kebetulan kami memiliki tiga tukang maka dibangun kandang ayam. Makanan ayam kami siapkan. Setelah ayam besar, biara akan membeli, dan uang yang diterimanya dipakai untuk membeli lagi ayam untuk dipelihara,” Pastor Andi mengingat sebuah kisah di Nita.

Selain pembangunan rumah bebas pasung, Camillian melakukan “bedah rumah” orang miskin dan pemberian kacang hijau dan susu untuk perbaikan gizi anak-anak PAUD Gere.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Dokter Delly Pasande yang baru dilantik 1 Agustus 2019 berjanji akan mengunjungi Biara Camillian guna mengetahui pembangunan rumah bebas pasung itu.

Data 2019, menurut dokter itu, jumlah ODGJ di Kabupaten Sikka sebanyak 587 orang dengan rincian laki 332 orang dan perempuan 255 orang. “Yang baru memperoleh layanan kesehatan 231 jiwa sedangkan yang belum 356 jiwa. Sedangkan jumlah kasus pasung 38 kasus, yang sudah dilepas 11 orang,” jelasnya.(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez).

Tinggalkan Pesan