Suster Berchmans bersama Kardinal Nichols, Muhammad Nafees Zakaria (tengah), Adrian O'Neill (kanan), and dua mantan murid
Suster Berchmans bersama Kardinal Nichols, Muhammad Nafees Zakaria (tengah), Adrian O’Neill (kanan), and dua mantan murid

Sebuah universitas Katolik di Inggris menganugerahi Suster John Berchmans Conway RJM dengan penghargaannya yang paling bergengsi, yakni Medali Benediktus, untuk karir mengajarnya selama 65 tahun yang sebagian besar untuk anak-anak Muslim, Kristen, Parsi, dan Hindu di Pakistan.

Suster Berchmans mengilhami ribuan siswa, bahkan mendidik mantan Perdana Menteri Pakistan, almarhum Benazir Bhutto, serta penerima hadiah Nobel Nergis Mavalvala. Dan, sekarang, di usia 89, biarawati Irlandia itu menerima pengakuan atas dedikasi dan kecakapan mengajarnya.

Uskup Agung Westminster Kardinal Vincent Nichols menyerahkan Medali Benediktus kepada Suster Berchmans di pertengahan Juli ini. Itulah penghargaan paling bergengsi yang diberikan oleh Universitas Santa Maria, Twickenham, di London. Nama penghargaan itu sesuai nama Paus Emeritus Benediktus XVI, yang berkunjung ke universitas itu tahun 2010. Penerima diberi tanda penghargaan untuk sumbangan penting mereka bagi pendidikan, hubungan antaragama, dan kehidupan publik.

Ketika menyerahkan medali itu kepada Suster Berchmans, Kardinal Nichols, yang juga Rektor Universitas Santa Maria, memuji dedikasi dan komitmennya. “Contoh inklusivitas dan rasa hormatnya akan membimbing lulusan kami saat mereka memulai perjalanan pengajaran mereka sendiri dan terus menginspirasi generasi mendatang,” kata kardinal.

Yang juga hadir saat penganugerahan itu adalah Presiden Irlandia Michael Higgins, yang memberi selamat kepada Suster Berchmans atas sumbangannya bagi masyarakat. “Melalui karya dan dedikasinya untuk mengajar, dia menjadi gambaran jelas tentang keindahan dan potensi mengajar,” kata presiden, “dan dia menjadi contoh luar biasa tentang kekuatan inklusivitas dan pemberdayaan antarpribadi.”

Komisaris Tinggi Pakistan untuk Kerajaan Inggris Muhammad Nafees Zakaria menyebutnya lentera untuk diikuti orang. “Kita semua harus memandang orang-orang seperti ini, seperti Suster Berchmans, dan memiliki setidaknya satu atau dua atribut mereka dalam kehidupan kita sendiri,” katanya. “Dunia selalu membutuhkan orang-orang seperti dia.”

Suster Berchmans lahir di County Clare, Irlandia, tahun 1930. Dia bergabung dengan Biara Yesus dan Maria di Willesden, London, tahun 1951. Misionaris ke Pakistan itu mengajar di Biara Yesus dan Maria di Lahore, Murree, dan Karachi.

Suster itu juga menerima salah satu penghargaan sipil tertinggi Pakistan, yakni  Sitara-i-Quaid-i-Azam,  dalam perayaan “kepatuhan terus-menerus terhadap panggilan tugasnya.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Devin Watkins/Vatican News)

 

Tinggalkan Pesan