Paus Fransiskus menyalami Matteo Bruni saat berkunjung ke Romania.  (Vatican Media)
Paus Fransiskus menyalami Matteo Bruni saat berkunjung ke Romania. (Vatican Media)

Paus Fransiskus pada hari Kamis, 18 Juli 2019, mengangkat Matteo Bruni sebagai direktur baru untuk Kantor Pers Tahta Suci. Pria kelahiran Inggris itu menjadi juru bicara baru Tahta Suci, yang berlaku mulai 22 Juli.

Lahir 23 November 1976 di Winchester, Bruni meraih gelar sarjana dalam bahasa dan sastra asing yang modern dan kontemporer dari Universitas La Sapienza Roma. Dia telah bekerja sejak Juli 2009 di Kantor Pers Tahta Suci dalam bagian pengawasan akreditasi wartawan dan komunikasi operasional sebagai koordinator Bagian Akreditasi. Dalam peran itu, ia mengatur para wartawan yang menyertai Bapa Suci dalam perjalanan kepausan di luar Italia.

Bruni telah mengkoordinir peranserta pers dalam berbagai acara selama Yubileum Kerahiman 2016. Dia telah lama terlibat dalam proyek-proyek gerejawi untuk kerja sama kemanusiaan dan program-program untuk mendukung lansia. Desember 2013, ia ditugaskan untuk mengkoordinir organisasi para wartawan yang menemani Bapa Suci dalam penerbangan ke luar Italia.

Juru bicara yang baru dari Tahta Suci itu telah menikah dan memiliki seorang putri. Selain bahasa Italia, ia fasih berbahasa Inggris, Spanyol, dan Prancis.

Bruni mengambil alih tugas yang diemban Alessandro Gisotti, yang diangkat Paus sebagai Direktur ‘ad interim’ (sementara) Kantor Pers Tahta Suci, 30 Desember 2018.

Tanggal 18 Juli 2019, Paus Fransiskus juga mengangkat Gisotti dan Sergio Centofanti sebagai wakil-wakil direktur Direktorat Editorial dari Dikasteri Vatikan untuk Komunikasi. Mereka mulai berkantor tanggal 22 Juli 2019.

Gisotti, 45, adalah lulusan ilmu politik dari Universitas La Sapienza Roma dan seorang jurnalis profesional. Ia telah menikah dan menjadi bapak dari dua anak. Setelah bertugas di Kantor Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Roma, ia mulai bekerja di Radio Vatikan tahun 2000. Dari 2011 hingga 2016 ia menjadi wakil pemimpin redaksi di radio milik Paus. Tahun 2017 ia menjadi koordinator Media Sosial dari Dikasteri Vatikan untuk Komunikasi.

Dia pernah mengajar jurnalisme di Institut Maximus milik Yesuit di Roma dan teori serta teknik jurnalisme di Universitas Kepausan Lateran. Dia telah menulis beberapa artikel dan esai tentang komunikasi dalam Gereja, khususnya, “The Decalogue of Good Communicator according to Pope Francis” yang terbit tahun 2016 dengan kata pengantar oleh Kardinal Luis Antonio Tagle.

Sergio Centofanti, 59, lahir di Naples (Italia). Dia menikah dan memiliki tiga anak dan tiga cucu. Ia lulus sastra dari Universitas La Sapienza Roma tahun 1986 dan memulai karirnya sebagai jurnalis di awal tahun 80-an di beberapa surat kabar dan majalah.

Ia bergabung dengan Radio Vatikan pada tahun 1986. 10 tahun pertama dia menangani berita dunia edisi pagi dalam bahasa Italia. Secara bertahap dia ditugaskan untuk edisi lain dalam layanan berita. Dia telah meliput Paus Yohanes Paulus II, Benediktus XVI dan Fransiskus dalam berbagai perjalanan Italia dan internasional.

Tahun 2017, ia diminta untuk menjadi bagian dari Pusat Editorial Multimedia, yang bertugas mengkoordinir kegiatan berbagai unit bahasa dari Radio Vatikan dan Vatican News. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

 

 

 

Tinggalkan Pesan