Paus Fransiskus merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Vatican Media)
Paus Fransiskus merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Vatican Media)

Bapa Suci memimpin perayaan Ekaristi di halaman gereja Paroki Santa Maria Consolatrice. Setelah Misa, dilaksanakan prosesi Sakramen Mahakudus sepanjang 1,2 kilometer melalui jalan-jalan di lingkungan Casal Bertone Roma yang dipimpin oleh Kardinal Vicar Angelo De Donatis dan berakhir di lapangan sepak bola yang berdekatan dengan Casa Serena, fasilitas tunawisma yang dijalankan oleh Misionaris Cinta Kasih.

Koor dan pelayanan altar dalam Misa itu dilaksanakan oleh umat dari Paroki itu, sementara pembaca Doa Umat dan prodiakon berasal dari tujuh paroki tetangga yakni Paroki Santo Barnabas, Paroki Santo Helen, Paroki Santo Julia Billiart, Paroki Santo Joseph Cafasso, Paroki Santo Leo I, Paroki Santo Lukas Penginjil, dan Paroki Santo Marcelino dan Petrus.

Juni lalu, Paus Fransiskus merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Ostia. Itulah yang pertama kalinya Paus Fransiskus keluar dari tradisi merayakan hari raya itu pada hari Kamis, hari saat pesta itu dirayakan di Vatikan.

Secara umum, Paus Fransiskus dan paus-paus sebelumnya merayakan liturgi itu pada hari Kamis malam di Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, dan dilanjutkan dengan prosesi melalui Via Merulana ke Basilika Santa Maria Maggiore.

Tahun ini, Paus Fransiskus memilih paroki di pinggiran Roma. Menjelang perayaan itu, Pastor Giuseppe Midili yang mengepalai Kantor Liturgi Keuskupan mengatakan, “Ekaristi itu dirayakan di tengah-tengah masyarakat, di alun-alun kota, tempat berkumpulnya orang-orang, tempat orang-orang saling bertemu. Misa itu menyoroti bagaimana peranserta dalam Misa meningkatkan persekutuan dengan Allah dan di antara kita sendiri.”

Seorang uskup pembantu Roma, Mgr Daniele Libanori SJ, mengatakan, “Paus memilih pergi ke daerah pinggiran karena di sanalah ditemukan kehidupan nyata, penderitaan yang dijalani orang-orang. Itulah tanda keprihatinan Paus bagi yang tinggal di Roma, itulah cara yang menunjukkan bahwa dia dekat ….”

Rumit untuk mencapai tempat mereka bekerja di kota setiap hari, kata Uskup Libanori. “Pusat bersejarah itu sangat indah, penuh perkantoran dan praktis dikelilingi oleh turis. Tidak banyak orang Roma yang tinggal di sana, mayoritas tinggal di daerah pinggiran.”

Pastor lain, Pastor Lani, mengatakan, “umat paroki menanti-nanti” kunjungan Paus itu. Perayaan Misa itu, katanya, akan meresmikan perayaan-perayaan seputar ulang tahun ke-75 paroki itu.

Paus Fransiskus adalah Paus keempat yang mengunjungi paroki itu. Sebelumnya adalah Paulus VI, Yohanes Paulus II, dan Benediktus XVI. Sejak 1977 hingga 1993, Kardinal Joseph Ratzinger yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI menjadi Kardinal Titular dari paroki itu.

Para katekis mempersiapkan anak-anak untuk merayakan pesta itu melalui semacam Perkemahan Musim Panas yang dimulai 10 Juni dengan renungan dan permainan yang membantu anak-anak menelusuri berbagai episode Injil seperti penggandaan roti, pernikahan di Kana, para murid Emaus, dan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus itu sendiri.

Paroki juga mengadakan adorasi abadi selama satu hari pada hari Kamis untuk mempersiapkan diri secara spiritual bagi kunjungan Paus Fransiskus.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Paus memimpin Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Vatican Media
Paus memimpin Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Vatican Media
Prosesi Sakramen Mahakudus sepanjang 1,2 kilometer melalui jalan-jalan di lingkungan Casal Bertone Roma  dipimpin oleh Kardinal Vicar Angelo De Donatis (Vatican Media)
Prosesi Sakramen Mahakudus sepanjang 1,2 kilometer melalui jalan-jalan di lingkungan Casal Bertone Roma dipimpin oleh Kardinal Vicar Angelo De Donatis (Vatican Media)

Tinggalkan Pesan