Superior General Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Pastor Mario Absalón Alvarado Tovar MSC didampingi Pastor Canis Rumondor (kanan) dan Pastor (kiri)
Superior General Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Pastor Mario Absalón Alvarado Tovar MSC didampingi Pastor Canis Rumondor (kanan) dan Pastor Ignatius Welerubun MSC (kiri)

“Saya melihat konfrater-konfrater saya di sini sudah terlatih dan disiapkan dengan baik. Sudah luar biasa. Kualitas kehidupan mereka juga baik. Tetapi, saya masih memerlukan lebih banyak misionaris. Maka hendaknya orang muda di kota ini berpikir tentang kami, melihat kami sebagai salah satu pilihan yang disukai.”

Superior General Misionaris Hati Kudus Yesus (Missionarii Sacratissimi Cordis Jesu, MSC) Pastor Mario Absalón Alvarado Tovar MSC mengatakan hal itu menjawab pertanyaan PEN@ Katolik saat imam asal Guatemala Amerika Latin itu mengunjungi konfraternya Pastor Canis Rumondor MSC di Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Sulawesi Utara, 18 Juni 2019.

Sejak 5 Mei lalu, Pastor Mario berada di Indonesia untuk mengunjungi para konfraternya yang berkarya di Provinsi Indonesia, yang disebutnya sebagai Provinsi MSC terbesar di dunia dengan jumlah anggota 340 lebih, yang terbagi dalam beberapa daerah di Sulawesi, Maluku, Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

“Kalian orang muda di sini bisa jadi misionaris MSC. Kami masih memerlukan misionaris, termasuk MSC awam,” lanjut Pastor Mario yang mengunjungi semua tempat konfraternya bekerja di Daerah Sulawesi serta menyaksikan upacara penerimaan busana rohani untuk para calon Novis MSC di Skolastikat dan Postulat MSC Pineleng, 15 Juni.

Tapi, tujuan utama kedatangannya untuk menemani Provinsi MSC Indonesia. “Saya berada di sini untuk menemani misi konfrater saya, mendengar mereka, berada bersama mereka, serta menemani mereka guna mengetahui misi mereka dan membuat mereka terhubung dengan kongregasi yang mencakup seluruh dunia ini,” jelas Pastor Mario.

Imam itu senang melihat senyuman dan ucapan selamat datang saat tiba di paroki itu. Dia senang juga melihat konfraternya ditemani para suster dan awam tanda konfraternya sudah menjalin hubungan kekeluargaan di paroki itu.

“Saya melihat dia tidak sendiri tetapi bersama para suster dan awam. Itulah Gereja. Apa yang dia lakukan adalah membangun Gereja, karena Gereja bagi saya berarti keluarga, sebuah komunitas, kalau orang berkumpul berarti Gereja sudah dibangun. Dan, Gereja ini sungguh lengkap karena ada awam, suster, dan pastor, sudah ada dua panggilan bersama-sama, kehidupan religius dan kehidupan awam,” jelas Pastor Mario.

Merujuk nama paroki itu, Kristus Raja, Pastor Mario mendorong semua yang hadir untuk terus membangun Kerajaan Allah dengan menciptakan hubungan sebagai keluarga. “Kerajaan dari Raja kita, Kristus, adalah sebuah cara berhubungan. Kerajaan bukan berarti tempat tetapi cara berada atau cara berhubungan. Kita sedang membangun jenis hubungan ini, kita sungguh sedang membangun kerajaan dan kalian adalah pengikut Kristus sang Raja.”(PEN@ Katolik/michael)

Artikel Terkait:

Pemilihan Pastor Abzalon Alvarado sebagai Superior General MSC tanda perubahan

Setelah terpilih jadi Jenderal MSC, Pastor Absalon Alvarado MSC membasuh kaki lima konfrater

Pastor Mario 2
Pastor Mario Absalón Alvarado bersama sebagian umat awam di Paroki Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
Pastor Mario Absalón Alvarado bersama para Suster Ursulin di Kotamobagu (PEN@Katolik/ampcp)
Pastor Mario Absalón Alvarado bersama para Suster Ursulin di Kotamobagu (PEN@Katolik/ampcp)

1 komentar

Tinggalkan Pesan