Pastor Michał Łos FDP memimpin Misa dari atas ranjang di rumah sakit
Pastor Michał Łos FDP memimpin Misa dari atas ranjang di rumah sakit

“Dengan sedih kami memberitahukan kepada Anda bahwa pagi hari ini, imam baru dalam Kongregasi Para Imam Putra-Putra Penyelenggaraan Ilahi (Orione atau FDP) Pastor Michał Łos FDP telah meninggal dunia. Kami percaya ia telah bertemu dengan Kristus yang Bangkit yang sangat ingin dia layani sebagai seorang imam. Terima kasih atas semua doa dan dukungan Anda.”

Pernyataan di atas tertulis dua jam lalu atau sekitar pukul 18.00 WIB di halaman Facebook Para Imam Orionine Provinsi Polandia. Benar, pagi ini, 17 Juni 2019, pukul 11.53 waktu Warsawa, Polandia, Pastor Michał Łos FDP meninggal dunia. Pastor Michał Łos, 31, imam dari kongregasi Orione menghadapi penyakit yang mematikan sebagai kesaksian imannya kepada Tuhan dari atas ranjang rumah sakit di Warsawa. Sekitar 350 ribu orang telah menyaksikan Misa pertamanya lewat media sosial bulan lalu.

Paus Fransiskus memberikan dispensasi tahbisan imam dan diakon bagi imam itu dalam satu Misa yang sama. Dia pun ditahbiskan diakon dan imam di ruang onkologi rumah sakit militer Warsawa oleh Uskup Pembantu Warsawa-Praha Mgr Marek Solarczyk, 24 Mei 2019. Sehari sebelumnya dia mengucapkan kaul kekal sebagai rohaniwan Kongregasi Putra-Putra Penyelenggaraan Ilahi dan, pada hari berikutnya, ia ditahbiskan sebagai diakon dan imam.

Tekadnya untuk merayakan Misa “agar lebih dipersatukan dengan Kristus” telah berubah menjadi kesaksian iman yang telah mencapai seluruh penjuru dunia. Ribuan orang mengenalnya dan mendoakannya.

Pastor selama 25 hari itu merayakan ulang tahunnya juga di rumah sakit tanggal 7 Juni. President Polandia Duda datang berkunjung kepadanya dan meminta dia memberkatinya.

Berita kematian itu, menurut Provinsial Kongregasi Putra-Putra Penyelenggaraan Ilahi Polandia Pastor Tarcisio Vieira, diketahui mereka kemudian, “tetapi membuat kami sama-sama sangat sedih. Namun, kami tahu bahwa bukan kematian yang merenggut nyawanya, tetapi dialah yang ingin memberikannya karena cinta kepada Kristus dan kepada orang miskin.”

“Pesannya dan kesaksiannya telah mengajarkan kita sesuatu dan kita akan melakukannya agar tidak hilang. Kami berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikannya kepada kita sebagai saksi iman dan cinta yang besar,” lanjut imam itu.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News edisi Italia dan Facebook Orione)

Artikel Terkait:

Paus Fransiskus beri dispensasi tahbisan imam Michal Los di atas ranjang rumah sakit

Imam dengan kanker stadium akhir rayakan ulang tahun dan berkati Presiden Polandia

Tinggalkan Pesan