Pukul 6:09, 3 Mei 2019, peziarah naik ke atas Salib di Gunung Krizevac di Medjugorje. Salib ini, dibangun tahun 1933, sebagai bagian  rencana Tuhan. Bunda Maria dari Medjugorje berkata tanggal 30 Agustus 1984. Foto dari medjugorje.com
Pukul 6:09, 3 Mei 2019, peziarah naik ke atas Salib di Gunung Krizevac di Medjugorje. Salib ini, dibangun tahun 1933, sebagai bagian rencana Tuhan. Bunda Maria dari Medjugorje berkata tanggal 30 Agustus 1984. Foto dari medjugorje.com

Paus Fransiskus telah memutuskan untuk mengizinkan ziarah ke Medjugorje, yang sekarang dapat secara resmi diselenggarakan oleh keuskupan-keuskupan dan paroki paroki bukan lagi hanya dalam kapasitas pribadi yang selama ini menjadi persoalan. Pengumuman ini dibuat dalam Misa 12 Mei 2019 oleh Duta Vatikan untuk Bosnia-Herzegovina Mgr Luigi Pezzuto dan Pengunjung Apostolik Khusus Tahta Suci Uskup Agung Henryk Hoser.

Medjugorje menjadi tempat ziarah yang telah dikunjungi jutaan peziarah. Menanggapi pertanyaan wartawan tentang pengumuman itu, seperti dilaporkan oleh Massimiliano Menichetti dari Kota Vatikan, Direktur “ad interim” Kantor Pers Takhta Suci Alessandro Gisotti menjelaskan, otorisasi atau ijin kepausan itu harus disertai “kewaspadaan agar ziarah-ziarah ini tidak ditafsirkan sebagai otentikasi peristiwa yang sudah diketahui, yang masih memerlukan pemeriksaan oleh Gereja. Oleh karena itu, harus waspada agar tidak tercipta kebingungan atau ambiguitas dari sudut pandang doktrinal mengenai ziarah-ziarah semacam itu. Ini juga menyangkut para pastor dari setiap ordo dan tingkatan yang berniat pergi ke Medjugorje dan merayakan atau ikut merayakan di sana bahkan dengan cara yang khidmat.”

“Mempertimbangkan besarnya tumpahan manusia yang datang ke Medjugorje dan buah-buah rahmat berlimpah yang muncul darinya, otorisasi ini menjadi bagian perhatian pastoral khusus yang ingin diberikan oleh Bapa Suci untuk kenyataan itu, yang bertujuan mendorong dan mempromosikan buah-buah yang baik,” lanjut Gisotti.

Dengan demikian dan sesuai kesepakatan dengan umat biasa di tempat itu, jelas Gisotti, pengunjung apostolik “akan lebih mudah menjalin hubungan dengan para imam yang bertugas mengatur ziarah-ziarah ke Medjugorje, serta, orang-orang yang sudah dipersiapkan dengan aman dan baik, dan memberikan mereka informasi dan petunjuk agar dapat melakukan ziarah seperti itu.”

Keputusan Paus itu datang setahun setelah pengangkatan Hoser, Uskup Agung Emeritus dari Warszawa-Prague di Polandia, sebagai “Pengunjung Apostolik untuk Paroki Medjugorje, 31 Mei 2018.

Maka, pencalonan dan pengumuman hari ini tidak masuk dalam persoalan doktrinal terkait kebenaran cerita enam visioner (penglihat) apa yang telah terjadi di Medjugorje sejak Juni 1981, sebuah fenomena yang belum dapat disimpulkan. Tiga dari enam visioner, di saat mereka masih anak-anak atau remaja, meyakinkan kita bahwa penampakan harian “Ratu Damai” masih terjadi dalam diri mereka, selalu pada waktu yang sama di sore hari dan di mana pun mereka berada. Ketiganya adalah Vicka (yang tinggal di Medjugorje), Marija (yang tinggal di Monza) dan Ivan (yang tinggal di Amerika Serikat tetapi sering pulang). Visioner keempat, Mirjana, mengatakan menerima penampakan setiap bulan, tanggal 2, sedangkan dua yang terakhir menerimanya setahun sekali. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Berita Terkait:

Utusan Paus ke Medjugorje memulai pelayanannya

Gianluigi Buffon, Italia, kiper terkenal berziarah ke Medjugorje di Bosnia setelah kejuaraan Euro 2012

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (47)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (49)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (50)

Tinggalkan Pesan