Foto bersama Pastor Tarsisius Sina Lengari, OFM, para frater Fransiskan dan OMK usai kegiatan di Gedung Vertenten Sai. PEN@ Katolik/ym
Foto bersama Pastor Tarsisius Sina Lengari, OFM, para frater Fransiskan dan OMK usai kegiatan di Gedung Vertenten Sai. PEN@ Katolik/ym

Dalam rangka 800 tahun (1219-2019) pertemuan Santo Fransiskus Asisi dengan Sultan Al-Malik Al-Kamil, Ordo Fratrum Minorum (OFM) Provinsi Duta Damai Papua mengadakan seminar yang dihadiri puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Merauke.

Seminar 27 April 2019 yang dilaksanakan di Gedung Vertenten Sai dengan tema “Orang Muda Katolik di Zaman Modern” dan dihadiri perwakilan OMK setiap paroki di Dekenat Merauke dan sekolah-sekolah itu diprakarsai oleh para frater muda Fransiskan untuk mempromosikan panggilan bagi orang muda.

Sekretaris OFM Provinsi Duta Damai Papua Pastor Tarsisius Sina Lengari OFM yang sekaligus Koordinator Promosi Panggilan OFM mengatakan, melalui kegiatan itu, OMK diajak “memberitakan pesan damai dan cinta kasih di antara umat beriman.” Tak hanya itu, imam itu juga mengharapkan OMK dapat memiliki kemampuan untuk “mengerti berbagai tanda zaman serta membaca dan menganalisa situasi sosial yang terjadi.”

Dari situasi itu, imam itu berharap OMK “menjadi mediator bagi perdamaian, sehingga perseteruan di media sosial, Youtube, Facebook dan yang lainnya dapat diredakan, agar tidak terjadi benturan yang menciptakan konflik lebih hebat dalam tindakan fisik.”

Pastor Tarsisius mengakui, OMK saat ini amat labil dan belum bisa menggunakan media sosial secara baik. “Apalagi mereka sangat mudah mempercayai berbagai berita tidak benar (hoax). Padahal, sebagai orang terpelajar, OMK harus bisa menganalisa informasi dengan baik dan benar dan memanfaatkan media sosial dengan baik untuk mengenal dunia secara lebih luas.”

Lebih daripada itu, jelas imam itu, “OMK harusnya bisa menjelaskan kepada orangtua yang tidak tahu untuk membedakan mana yang hoax dan mana yang benar, dan menjadi pemberita injil yang menggembirakan, bukan menggelisahkan atau menimbulkan pertentangan.

Melalui seminar itu, lanjut imam itu, OFM mau menanamkan nilai-nilai spiritualitas Fransiskan sebagai pembawa damai yang menciptakan persaudaraan dan menghidupkan cinta kasih seperti yang diwariskan Kristus bagi orang muda. Di Keuskupan Jayapura kami sudah lakukan selama empat tahun, dan kali ini kita coba di Keuskupan Agung Merauke,” kata Pastor Tarsisius. (PEN@ Katolik/Yakobus Maturbongs)

Foto bersama Pastor Tarsisius Sina Lengari, OFM, para frater fransiskan dan OMK usai kegiatan di Gedung Vertenten Sai, Sabtu (27-8) (2Pastor Tarsisius Sina Lengari, OFM saat membawakan materi dalam kegiatan seminar di Gedung Vertenten Sai, Sabtu (27-8) (1)

 

Tinggalkan Pesan