OMK Jalan Salib

Umat Katolik di tiga paroki di kota Maumere yakni Paroki Thomas Morus Maumere, Stasi Santa Martha Nangalimang dari Paroki Spiritu Santo Misir, dan Paroki Katedral Santo Yosef Maumere mengikuti prosesi Jalan Salib hidup yang digelar oleh Orang Muda Katolik (OMK), Jumat 19 April 2019.

Kisah perjalanan sengsara Yesus menuju ke Bukit Golgota, yang diiringi ribuan umat itu dimulai dengan menghadapkan Yesus kepada Pilatus. Iring-iringan menuju Pilatus itu dipimpin oleh para ajudan pembawa salib dan lilin diikuti puluhan ibu yang mengenakan sarung dengan penutup kepala warna hitam, menyusul kelompok yang melakoni Jalan Salib itu yakni para prajurit yang mengiringi Yesus dan para pemuka bangsa Yahudi.

Menurut Ketua OMK Aferinus Robertus, Jalan Salib bukan ritual keagamaan semata-mata tetapi lebih dari itu merupakan penghayatan iman dan wujud jalan keselamatan Yesus sebagai Putra Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa umat manusia.

Dengan pemenuhan ini, kata Aferinus, OMK menggelar prosesi Jalan Salib hidup untuk menggugah umat mendalami kisah sengsara Yesus, sehingga umat tidak hanya datang dan menyaksikan saja “tetapi ikut dalam prosesi Jalan Salib hidup.”

Jalan Salib hidup itu, tegasnya, “juga menggugah kembali semangat solidaritas umat di tengah kehidupan bermasyarakat.”

Jalan Salib hidup di Paroki Katedral Santo Yosef Maumere itu dilaksanakan tepat pukul 07.00 pagi, berawal dari lapangan depan katedral melintasi Jalan Soegiyapranoto kemudian Jalan Don Juang dan berakhir di dalam gereja Katedral. Sebanyak empat perhentian ditampilkan lewat film Sengsara Yesus di dalam katedral sedangkan 10 perhentian lain di luar katedral.

Perlakuan keji yang dilakukan algojo terhadap Paulus Suali Nong Joni (25), pria kurus yang berperan sebagai Yesus mengundang deraian air mata umat. (PEN@Katolik/Yuven Fernandez)

Tinggalkan Pesan