Pastor Ernesto Cardenal © AFP 2018 / Inti Ocon
Pastor Ernesto Cardenal © AFP 2018 / Inti Ocon

Paus Fransiskus pada hari Minggu, 17 Februari 2019, mencabut sanksi “a divini” pada imam Nikaragua, Pastor Ernesto Cardenal, yang diskors dari pelayanan imamatnya 35 tahun yang lalu karena militansi politiknya dan karena bergabung dengan pemerintahan Sandinista, Daniel Ortega, sebagai Menteri Kebudayaan.

“Dengan penuh kebajikan”, Paus Fransiskus memberikan absolusi kepada Pastor Ernesto Cardenal dari “semua penyensoran kanonik” yang ditetapkan tahun 1984, kata Duta Vatikan untuk Nikaragua Uskup Agung Waldemar Sommertag dalam sebuah catatan, demikian laporan Robin Gomes dari Vatican News.

Ketika Santo Yohanes Paulus II mengunjungi Nikaragua tahun 1983, ia dengan tegas menegor Pastor Cardenal di depan umum di bandara Managua. “Anda harus menyelesaikan urusanmu dengan Gereja,” kata Paus asal Polandia itu dengan tegas. Setahun kemudian, 4 Februari, Paus Yohanes Paulus menskors dia.

Hukum Kanon (No. 285) melarang klerus untuk menerima jabatan-jabatan publik yang melibatkan partisipasi dalam pelaksanaan kuasa sipil.

Namun, tahun 1994 Pastor Cardenal meninggalkan Front Pembebasan Nasional Sandinista (FSLN), seraya mengkritik apa yang ia tafsirkan sebagai penyimpangan otoriter dari partai itu.

Uskup Agung Sommertag mengatakan, imam berusia 94 tahun itu “menerima hukuman kanonik yang dijatuhkan” kepadanya saat itu, dengan “mematuhinya selalu”, “tanpa melakukan kegiatan pastoral apa pun”, setelah meninggalkan “semua komitmen politik selama bertahun-tahun.”

Uskup Agung Sommertag merayakan Misa konselebran bersama Pastor Cardenal di rumah sakit Managua. Imam itu tinggal di situ karena kesehatannya memburuk sejak awal Februari. Itulah perayaan Ekaristi pertama oleh imam itu dalam lebih dari 30 tahun. Duta Vatikan mengkomunikasikan kepadanya langkah reintegrasi penuh oleh Bapa Suci, seraya menyampaikan kepadanya berkat Paus sehingga ia boleh menjalani hidupnya saat ini dalam kedamaian dengan Tuhan dan dengan Gereja.

Tampak bahagia dan tenteram, pastor tua itu mengucapkan terima kasih kepada Bapa Suci dan kepada nuncio.

Beberapa kali dalam beberapa minggu terakhir, Uskup Agung Sommertag mengunjungi imam dan teolog yang sakit itu, yang dianggap sebagai penyair di seluruh Amerika Latin dan sekitarnya. Pastor Cardenal juga dikenal karena dorongan baca tulis yang dilakukannya tahun 80-an. Saat itu 500.000 orang Nikaragua belajar membaca dan menulis.

Tanggal 2 Februari, Uskup Agung Sommertag pergi menemui Pastor Cardenal di rumahnya di Managua. Ketika itu, imam itu menyatakan keinginannya untuk “diizinkan kembali menjalankan pelayanan imamat.”

Wakil paus itu mengunjunginya di rumah sakit tanggal 11 Februari, pada kesempatan Hari Orang Sakit se-Dunia. Dia mengunjunginya lagi tanggal 17 Februari, dan di saat itu dia menyampaikan kepadanya keputusan Paus Fransiskus itu.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan