Home NUSANTARA Mgr Suharyo ajak umat maknai pengalaman sakit sebagai sarana mendekatkan diri kepada...

Mgr Suharyo ajak umat maknai pengalaman sakit sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan

0
Mgr Suharyo bersiap memberi Sakramen Pengurapan Orang Sakit pada Hari Orang Sakit se-Dunia 2019. Foto PEN@ Katolik/krm
Mgr Suharyo bersiap memberi Sakramen Pengurapan Orang Sakit pada Hari Orang Sakit se-Dunia 2019. Foto PEN@ Katolik/krm

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengajak seluruh umat Katolik untuk memaknai pengalaman sakit sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, seperti pengalaman Santo Yohanes Paulus II yang justru memaknai sakit sebagai keadaan yang semakin mendekat kepada Allah.

Mgr Suharyo berbicara dalam Misa Hari Orang Sakit se-Dunia ke-27 bertema “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”(Mat 10: 8) di aula Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta, 11 Februari 2019.

Misa yang dipimpin Mgr Suharyo dengan tiga imam konselebran, Ketua Komisi Kepemudaan Pastor Albertus Yogo serta Pastor Marselinus Koa MSC dan Pastor Donatus Anggur CP, itu dihadiri sekitar 200 umat yang merupakan perwakilan karyawan Rumah Sakit Atmajaya, Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta  dan Serpong, Rumah Sakit Elizabeth Bekasi, serta pasien di antaranya yang terbaring di tempat tidur.

Hari Orang Sakit se-Dunia dimulai oleh Santo Yohanes Paulus II tanggal 13 Mei 1992. Tahun sebelumnya, tim dokter mengatakan bahwa Paus Yohanes Paulus II mengalami sakit Parkinson. “Pengalaman pribadi soal sakit inilah yang menjadi gagasan awal peringatan Hari Orang Sakit se-Dunia,” kata Mgr Suharyo.

Bahan renungan bagi orang sakit, menurut Mgr Suharyo, pertama orang yang mengalami sakit perlu mendapat dukungan doa sehingga dia selalu memiliki kekuatan dan bisa sembuh kembali. Kedua, setiap orang yang mengalami sakit perlu memaknai sakit dengan semakin dekat dengan Allah. “Selama 1992-2005 Paus Yohanes Paulus yang semakin sepuh memberi makna sakitnya dengan meneladani Yesus yang juga mengalami sakit dan penderitaan,” kata Mgr Suharyo.

Ketiga, lanjut uskup agung, menyatakan rasa syukur bagi para perawat, dokter dan seluruh karyawan yang mengabdikan dirinya sebagai pelayan di bidang kesehatan. “Kita semua berharap budaya murah hati dalam pelayanan kesehatan semakin dikobarkan dan menjadi teladan bagi kita semua,” kata Mgr Suharyo.

Hari Orang Sakit se-Dunia ke-27 di Keuskupan Agung Jakarta diisi dengan pengobatan di kampung nelayan Pandeglang, Banten, sebagai korban tsunami, kunjungan ke panti werdha di Jakarta Utara, dan kunjungan ke Klinik Paseban Rutan Kelas II Salemba, serta seminar kesehatan dalam waktu dekat.

Sebelum berkat penutup, Mgr Suharyo memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada pasien yang sedang sakit disaksikan oleh para pendamping atau keluarganya. (PEN@ Katolik/konrad r mangu)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Exit mobile version