Home VATIKAN Paus sebut Indonesia dalam homili pembukaan Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani

Paus sebut Indonesia dalam homili pembukaan Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani

0
50576343_2300049056673352_9188009256119435264_n
Vatican Media

Dalam homili ibadat malam di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Roma, 18 Januari 2019, untuk memulai Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani yang berlangsung hingga 25 Januari, Paus Fransiskus sebanyak tiga kali menyebut Indonesia, khususnya dalam hal kemiskinan dan solidaritas yang masih menjadi persoalan Indonesia dan dunia. Untuk membaca sepenuhnya homili itu, Paul C Pati dari PEN@ Katolik mencoba menerjemahkan homili itu.

Homili Paus Fransiskus

Hari ini menandai dimulainya Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani, saat kita semua diminta untuk memohon anugerah besar ini dari Tuhan. Persatuan Umat Kristiani adalah buah dari anugerah Allah, dan kita harus mengatur diri kita sendiri guna menerimanya dengan hati yang murah hati dan terbuka. Malam ini, secara khusus saya mau berdoa bersama perwakilan Gereja-Gereja lain yang hadir di Roma, dan mengucapkan salam persaudaraan dan sepenuh hati kepada mereka. Saya juga menyalami delegasi ekumenis dari Finlandia, para mahasiswa Institut Ekumenis di Bossey yang sedang mengunjungi Roma untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Gereja Katolik. Salam saya juga untuk para mahasiswa muda Ortodoks dan Ortodoks Oriental yang disponsori oleh Komite Kolaborasi Budaya dengan Gereja-Gereja Ortodoks dari Dewan untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristiani.

Kitab Ulangan melihat orang-orang Israel yang berkemah di dataran Moab akan memasuki tanah yang Allah janjikan kepada mereka. Di sana Musa, sebagai ayah yang baik hati dan pemimpin yang ditunjuk Tuhan, mengulangi Hukum serta menginstruksikan dan mengingatkan kepada orang-orang Israel bahwa mereka harus hidup dalam kesetiaan dan keadilan begitu mereka sudah tinggal dengan baik di Tanah Perjanjian.

Kita baru saja mendengar cara merayakan tiga pesta utama tahun ini: Pesach (Paskah Yahudi yang dirayakan hari ke-14 dalam bulan Nisa, bulan pertama kalender Ibrani selama delapan hari), Shavuot (atau Hari Raya Tujuh Minggu adalah Hari Raya Yahudi pada hari keenam bulan Ibrani Sivan, untuk memperingati hari Allah memberikan Taurat kepada Musa dan bangsa Israel di Gunung Sinai, Red.), Sukkot (Perayaan Tabernakel atau Hari Raya Pondok Daun adalah Hari Raya Yahudi yang merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari di bulan purnama antara September dan Oktober, Red.). Setiap perayaan ini menuntut Israel untuk bersyukur atas hal-hal baik yang diterima dari Allah. Semua orang diminta ikut serta. Tanpa kecuali: “Haruslah engkau bersukaria di hadapan Tuhan, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana ”(Ul 16:11).

Setiap perayaan ini membutuhkan ziarah ke “tempat yang akan dipilih Tuhan membuat nama-Nya diam di sana” (ayat 2). Di sana umat beriman Israel harus menghadap hadirat Tuhan Allah. Meskipun orang Israel telah menjadi budak di Mesir, tidak memiliki harta benda pribadi, mereka tidak boleh “menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa” (ayat 16); karunia masing-masing adalah sesuai berkat yang diterima dari Tuhan. Dengan cara ini, semua akan menerima bagian dari kekayaan negara dan akan mendapat manfaat dari kebaikan Tuhan.

Seharusnya kita tidak perlu kaget membaca teks biblis dari perayaan tiga pesta utama itu hingga pengangkatan hakim-hakim. Perayaan-perayaan itu sendiri mendorong orang untuk melakukan keadilan, dengan menyatakan bahwa semua pada dasarnya sama dan semua sama-sama bergantung pada kemurahan Tuhan. Perayaan-perayaan itu juga mengajak semua orang untuk berbagi karunia yang telah mereka terima. Menghormati dan memuliakan Tuhan dalam pesta-pesta tahunan ini berjalan seiring dengan memberikan kehormatan dan keadilan kepada sesama, terutama yang lemah dan yang membutuhkan.

Seraya merenungkan tema Pekan Doa yang dipilih tahun ini, umat Kristiani di Indonesia memutuskan untuk mengambil inspirasi dari kata-kata dari Kitab Ulangan ini: “Semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar” (16:20). Mereka sangat prihatin dengan pertumbuhan ekonomi negaranya, yang karena dorongan mentalitas persaingan, membuat banyak orang hidup dalam kemiskinan dan segelintir orang  menjadi sangat kaya. Ini membahayakan kerukunan masyarakat yang menjadi tanggung jawab dan dihidupi bersama oleh orang-orang dengan berbagai kelompok etnis, bahasa dan agama.

Tapi itu tidak hanya terjadi di Indonesia; itulah situasi yang kita lihat di seluruh dunia. Ketika masyarakat tidak lagi berdasarkan pada prinsip solidaritas dan kebaikan bersama, kami menyaksikan skandal masyarakat yang hidup dalam kemelaratan total di tengah gedung pencakar langit, hotel-hotel besar dan pusat-pusat perbelanjaan mewah, simbol kekayaan luar biasa. Kita lupakan kebijaksanaan hukum Musa: kalau kekayaan tidak terbagi, masyarakat terpecah.

Santo Paulus, ketika menulis kepada orang-orang Romawi, menerapkan pemikiran yang sama kepada umat Kristiani: orang yang kuat harus bersabar dengan yang lemah. Bukanlah orang Kristen yang “mencari kesenangan diri kita sendiri” (15: 1). Dengan mengikuti teladan Kristus, kita harus berupaya mengangkat mereka yang lemah. Solidaritas dan tanggung jawab bersama harus menjadi hukum yang mengatur keluarga Kristiani.

Sebagai umat Allah yang kudus, kita juga senantiasa menemukan diri kita berada di ambang masuk kerajaan Tuhan yang dijanjikan. Namun, karena kita juga terpecah, kita perlu mengingat panggilan Tuhan kepada keadilan. Umat Kristiani juga berisiko dalam mengadopsi mentalitas yang dikenal oleh orang Israel kuno dan orang Indonesia kontemporer, yaitu bahwa dalam mengejar kekayaan, kita melupakan yang lemah dan mereka yang membutuhkan. Mudah melupakan persamaan mendasar yang ada di antara kita: bahwa ketika kita semua menjadi budak dosa, Tuhan menyelamatkan kita dalam baptisan dan menyebut kita anak-anak-Nya. Mudah untuk menyangka bahwa rahmat spiritual yang diberikan kepada kita adalah milik kita, sesuatu yang menjadi hak kita, milik kita. Karunia-karunia yang telah kita terima dari Allah juga dapat membutakan kita terhadap karunia yang diberikan kepada umat Kristiani lainnya. Adalah dosa besar meremehkan atau menghina karunia-karunia yang telah Tuhan berikan kepada saudara-saudari kita, dan menyangka bahwa Allah agak kurang menghargai mereka. Kalau kita menyimpan dalam hati pemikiran semacam itu, kita membiarkan rahmat yang telah kita terima menjadi sumber kebanggaan, ketidakadilan, dan perpecahan. Dan bagaimana kita bisa memasuki kerajaan yang dijanjikan?

Ibadah yang sesuai dengan kerajaan itu, ibadat yang dituntut oleh keadilan, adalah perayaan yang melibatkan semua orang, pesta saat karunia-karunia yang diterima tersedia untuk dan dibagikan oleh semua orang. Mengambil langkah pertama menuju tanah yang dijanjikan itu adalah persatuan kita, pertama-tama kita harus mengakui dengan rendah hati bahwa berkat yang kita terima benar-benar bukan milik kita, tetapi datang kepada kita sebagai karunia; karunia-karunia itu diberikan untuk dibagikan kepada orang lain. Kemudian, kita harus mengakui nilai rahmat yang diberikan kepada umat Kristiani lainnya. Hasilnya, kita ingin mengambil bagian dari karunia orang lain. Umat Kristiani yang diperbarui dan diperkaya oleh pertukaran karunia akan menjadi orang yang mampu melakukan perjalanan dengan tegas dan percaya diri di jalan yang mengarah kepada persatuan.(PEN@ Katolik/pcp)

Berita Terkait:

Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani berlangsung 18 hingga 25 Januari

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Live RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifLive RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifKolaborasi AI dan Data RTP PG Soft Dinilai Mendorong Transparansi Baru dalam Ekosistem Gaming DigitalTeknologi Terbaru di Mahjong Ways 2 Mengubah Tempo, Visual, dan Respons Permainan secara MenyeluruhMengupas Data Mahjong Ways dan Ways 3 untuk Menemukan Perbedaan Karakter di Balik Sistem PermainannyaBlack Scatter dengan RTP Stabil Jadi Perhatian, Inilah Cara Membaca Polanya secara Lebih RasionalMengamati Scatter Mahjong Ways 1 dalam 1.000 Putaran, Sejumlah Pola Menarik Mulai TerlihatSweet Bonanza Kembali Populer Berkat Perpaduan Visual dan Animasi IkonikTransformasi Baccarat Digital dari Permainan Klasik Menuju Format yang Lebih ModernMahjong Ways dan Sweet Bonanza Mengisi Tren Gaming Terbaru, Apa Daya TariknyaSweet Bonanza vs Mahjong Ways, Menelusuri Perbedaan Desain dan Kekuatan TemanyaBagaimana Media Sosial Bisa Membuat Sebuah Game Mendadak Ramai DibicarakanKonten Game Berdurasi Pendek Kini Mendominasi Media Sosial, Apa PenyebabnyaKomunitas Gamer Mulai Beralih ke Acara Online yang Lebih Interaktif dan SeruPanduan Menyiapkan Malam Bermain Bersama agar Lebih Seru, Nyaman, dan TeraturLima Kesalahan Umum yang Bisa Mengganggu Keharmonisan Komunitas Game OnlineRekomendasi Format Turnamen Online yang Cocok untuk Komunitas Gamer LokalGates of Olympus dan Rahasia Tempo Putaran, Mengapa Kecepatan serta Ketepatan Waktu Sama PentingnyaMenjelang Hari Kemerdekaan, Mahjong Ways 2 Menghadirkan Nuansa Nusantara yang Lebih SemarakMengenal Teknik Kalibrasi Volatilitas melalui Interval dan Pembacaan Data Visual yang Lebih PresisiIstilah Parlay RTP Kerap Disalahpahami, Begini Peran Statistik dalam Membaca Peluang secara ObjektifModel Saintifik untuk Menjaga Konsistensi ketika Sistem Memasuki Titik Transisi yang Sulit Diprediksi
Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Game Dipahami melalui Pendekatan Analisis DataMahjong Ways dan Pemanfaatan Data untuk Memahami Variasi Hasil PermainanPeran Algoritma dalam Membentuk Mekanisme Berbagai Game Digital Masa KiniPerkembangan AI Membuka Perspektif Baru dalam Pengembangan Industri Game DigitalMahjong Ways dalam Perspektif Teknologi Digital dan Perkembangan Industri Game ModernStarlight Princess Menggambarkan Perkembangan Desain Visual dalam Teknologi Game DigitalMemahami RTP dan Volatilitas melalui Pendekatan Statistik dalam Analisis Game DigitalGate of Olympus dan Inovasi Mekanisme Game di Tengah Perkembangan Industri DigitalStarlight Princess dan Evolusi Identitas Visual pada Platform Game Berbasis MobileMemahami Probabilitas pada Game Digital melalui Pendekatan Statistik dan Literasi DataGate of Olympus serta Perkembangan Fitur Interaktif dalam Ekosistem Game OnlineMahjong Ways dan Peran Teknologi dalam Membentuk Pengalaman Interaktif PenggunaMahjong Ways 2 dan Perubahan Desain Interaktif yang Menarik Dikaji dari Sisi TeknologiMahjong Ways 2 Menjadi Objek Menarik untuk Melihat Evolusi Mekanisme Game DigitalBagaimana Data Statistik Membantu Menjelaskan Variasi Hasil pada Permainan DigitalTeknologi Random Number Generator dan Perannya dalam Sistem Game DigitalStarlight Princess dan Hubungan antara Desain Game dengan Pengalaman PenggunaGate of Olympus Memperlihatkan Pemanfaatan Teknologi Grafis dalam Game ModernMengapa Pemain Sering Mengenali Pola pada Sistem Acak dalam Perspektif Perilaku DigitalMahjong Ways dan Perkembangan Teknologi Mobile yang Mengubah Cara Pengguna Bermain
Dari Ilustrasi hingga Animasi, Begini Evolusi Seni Visual dalam Game ModernGate of Olympus dan Eksplorasi Desain Fantasi dalam Lanskap Game Digital Masa KiniStarlight Princess sebagai Gambaran Perkembangan Seni Digital dalam Industri GameMahjong Ways dan Perpaduan Estetika Visual dengan Perkembangan Budaya Game DigitalGate of Olympus dan Evolusi Estetika Visual dalam Industri Game ModernStarlight Princess dalam Perspektif Desain Karakter dan Kreativitas Visual Era DigitalPerilaku Pemain dan Perubahan Cara Menikmati Karya Visual dalam Era Game InteraktifStarlight Princess Memadukan Imajinasi, Desain Karakter, dan Teknologi dalam Satu PengalamanStarlight Princess dan Cara Warna, Karakter, serta Animasi Membentuk Identitas Sebuah GameMahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Menarik tentang Desain Simbol dalam Game DigitalMahjong Ways dan Cara Elemen Budaya Diolah Menjadi Identitas Visual Permainan DigitalKetika Game Menjadi Media Visual, Mahjong Ways dan Perubahan Selera Pengguna DigitalMahjong Ways 2 dan Pergeseran Estetika Game dari Tampilan Konvensional ke InteraktifMahjong Ways dan Perkembangan Bahasa Visual dalam Budaya Permainan DigitalGame Digital sebagai Medium Kreatif, Melihat Hubungan Teknologi, Seni, dan Pengalaman PemainGate of Olympus serta Perkembangan Representasi Mitologi dalam Budaya Game DigitalMengapa Estetika Menjadi Bagian Penting dalam Perancangan Game Digital ModernGate of Olympus Memperlihatkan Peran Efek Visual dalam Membangun Pengalaman InteraktifMahjong Ways 2 dan Hubungan antara Simbol Tradisional dengan Interpretasi Visual ModernDari Seni hingga Teknologi, Mahjong Ways dan Perubahan Lanskap Budaya Game Digital
Exit mobile version