Di tengah lagu Malam Kudus, patung bayi Yesus dibawa oleh dua anak panti asuhan dan diletakkan di palungan dan dihormati oleh Mgr Agus. PEN@ Katolik/pcp
Di tengah lagu Malam Kudus, patung bayi Yesus dibawa oleh dua anak panti asuhan dan diletakkan di palungan dan dihormati oleh Mgr Agus. PEN@ Katolik/pcp

“Karena orangtua kalian tidak ada, mau nggak saya menjadi bapak kalian?” Sebanyak 84 anak dari empat panti asuhan Katolik di Pontianak serentak menjawab pertanyaan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dengan lantang dan panjang, “mau …….!” Jawaban yang sama juga terdengar ketika Mgr Agus bertanya apakah mereka mau menerimanya sebagai kakak dan sebagai kakek mereka.

Selama lebih dari empat jam Mgr Agus menyambut dan bersukaria bersama 84 anak dari Panti Asuhan Teresa Bakti, Bunda Pengharapan, Alma Wonoyoso, dan Alma Podomoro, di Wisma Pasifikus di Kompleks Keuskupan dan Katedral Pontianak, 3 Januari 2019. Beberapa pastor, suster dan pembina atau pengawas panti asuhan hadir dalam acara itu.

Acara itu diawali lagu “Malam Kudus” mengiringi dua anak panti yang berperan sebagai Maria dan Yosep naik ke panggung membawa patung bayi Yesus. Mgr Agus menerima patung itu kemudian meletakkannya di atas palungan di depan sebuah Pohon Natal.

Acara yang diwarnai berbagai kado, kue, dan makanan-minuman, hingga angpau dari Mgr Agus sebesar 50 ribu rupiah per anak itu dimeriahkan oleh dua pembawa acara dari Surabaya, Tina dan Sanjaya, serta pesulap dari Jakarta, Soni, pemusik dan penyanyi dari Komsos Keuskupan Agung Pontianak, sinterklas, dan berbagai lagu oleh Mgr Agus yang mengenakan jubah berwarna hitam, yang biasanya dikenakan saat bertemu Paus.

“Saya pakai jubah yang biasanya saya kenakan saat bertemu Paus ini, karena hari ini adalah hari istimewa, saat kita memperingati kelahiran Yesus sebagai kanak-kanak. Sebetulnya saya iri hati, mengapa Yesus dulu lahir tidak sebagai uskup, tetapi sebagai anak, maka istimewa kita ini,” tegas Mgr Agus.

Mgr Agus meminta maaf karena baru kali ini bisa merayakan Natal bersama anak-anak panti sejak dilantik menjadi Uskup Agung Pontianak 28 Oktober 2014. Namun uskup yang sudah merayakan Natal bersama penghuni dua rumah tahanan dan satu lembaga pembinaan khusus anak itu menyemangati anak-anak dalam doa dan sambutannya bahwa dia pun lahir dan dibesarkan dalam keadaan susah di kampung yang belum ada jalan raya dan listrik. “Namun, anak kampung ini bisa menjadi pastor, menjadi Uskup Sintang dan Uskup Agung Pontianak.”

Uskup meneguhkan anak-anak dengan mengatakan bahwa dia seperti mereka, perasaan dia sama dengan mereka, “meski sulit sekarang bukan berarti terhalang kemungkinan untuk menjadi orang hebat di kemudian hari, karena Tuhan mencintai kita termasuk kita yang kecil, yang kehilangan orangtua, yang tidak mengenal orangtua.”

Keputusan mengumpulkan anak-anak panti asuhan itu diputuskan bersama Bendahara Keuskupan Pastor Andreas Kurniawan OP seminggu sebelum perayaan itu, dengan tujuan “agar kalian berkumpul bersama dan saling menguatkan.”

Mgr Agus ingin agar anak-anak panti asuhan juga “merasa diperhatikan,” dan meminta anak-anak itu menganggapnya “sebagai “bapak kalian, orangtua kalian.” Anak-anak juga diingatkan bahwa  banyak orang mencintai mereka, termasuk para suster, “apalagi Tuhan.”

Uskup mengingatkan untuk “tidak takut hidup sendiri seperti saya,” karena apa yang dihidangkan hari itu pun adalah sumbangan dari banyak orang. “Uskup ini miskin, tetapi kaya saudara, umat Katolik.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Foto bersama Mgr Agus bersama para anak panti asuhan bersama pembina dan panitia (PEN@ Katolik/pcp)
Foto bersama Mgr Agus bersama para anak panti asuhan bersama pembina dan panitia (PEN@ Katolik/pcp)
Penampilan Anak-Anak Panti Asuhan Alma (PEN@ Katolik/pcp)
Penampilan Anak-Anak Panti Asuhan Alma (PEN@ Katolik/pcp)
Bernyanyi dan berjoget bersama(PEN@ Katolik/pcp)
Bernyanyi dan berjoget bersama (PEN@ Katolik/pcp)
Pembagian kado dan angpau dari Mgr Agus (PEN@ Katolik/pcp)
Pembagian kado dan angpau dari Mgr Agus (PEN@ Katolik/pcp)
Anak itu pun tersenyum dan bernyanyi. Semua bersukacita (PEN@ Katolik/pcp)
Anak itu pun tersenyum dan bernyanyi. Semua bersukacita (PEN@ Katolik/pcp)
Sumbangan untuk Panti Asuhan Alma
Sumbangan untuk Panti Asuhan Alma
Penuh sukacita (PEN@ Katolik/pcp)
Penuh sukacita (PEN@ Katolik/pcp)
Pertunjukan sulap (PEN@ Katolik/pcp)
Pertunjukan sulap (PEN@ Katolik/pcp)
Pertunjukan sulap (PEN@ Katolik/pcp)
Pertunjukan sulap (PEN@ Katolik/pcp)

Tinggalkan Pesan