Pastor Canisius Rumondor MSC berbincang-bincang dengan  Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan (kiri) dan Walikota Kotamobagu Tatong Bara (perempuan, kanan). PEN@ Katolik/michael
Pastor Canisius Rumondor MSC berbincang-bincang dengan Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan (kiri) dan Walikota Kotamobagu Tatong Bara (perempuan, kanan). PEN@ Katolik/michael

Mengawali tahun 2019, Kepala Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Sulawesi Utara, Pastor Canisius Rumondor MSC berharap pembangunan mental seluruh umat Katolik dapat berubah menjadi lebih baik, tidak terlibat ikut menyebarkan isu-isu sara, “namun menjadi pembawa kabar kebenaran, kabar sukacita, hingga kedamaian.”

Pastor Canisius berbicara dengan PEN@ Katolik tanggal 1 Januari 2019, saat paroki itu mendapat kunjungan silaturahmi dari Walikota Kotamobagu Hj Tatong Bara. Perempuan pertama yang menjadi pimpinan kota itu datang bersama Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan.

Kehadiran atau kunjungan pemerintah ke paroki itu, menurut Pastor Canisius, adalah “bukti bahwa rasa persahabatan pemerintah dengan seluruh umat Paroki Kotamobagu sangat kuat.”

Oleh karena itu, Pastor Canisius mengajak seluruh umat Katolik untuk ikut serta mendorong dan terlibat program pemerintah Kotamobagu, “karena dengan begitu akan terimbas positif ke seluruh umat Katolik.”

Pastor Canisius juga mengingatkan seluruh umatnya agar ikut meriahkan pesta demokrasi di bulan April ini dengan cara yang baik “tanpa saling menghina suku, budaya dan agama.” Kunjungan yang dihadiri umat paroki dan para suster yang berkarya di paroki itu, diikuti juga  seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota  Kotamobagu.

Tatong Bara dalam kunjungannya mengatakan, “Tanpa harus dipaksa dan terpaksa menjalin silaturrahmi harus ada di hati kita.” Maka walikota itu juga berharap, agar di tahun baru ini, “kita bisa saling bersama-sama mendukung pembangunan daerah.”

Tatong pun yakin bahwa Pastor Canisius bersama seluruh umat Paroki Kotamobagu selalu tulus bersatu dengan Pemerintah dengan selalu mewartakan kedamaian. Buktinya, tegas walikota itu, di tahun 2017, Pemerintah Kotamobagu mendapatkan penghargaan peringkat ke-7 “Kota Toleransi” se-Indonesia.(PEN@ Katolik/michael)

1 komentar

  1. Terima kasih atas kerja sama pemerintah dan Gereja untuk wilayah Kotamobagu, Sulawesi Utara.
    Admin, tolong clear permanent iklannya.

Tinggalkan Pesan