Natal Mgr Agus

“Pertama-tama, saya ucapkan selamat hari raya Natal untuk kita di sini, seperti tahun-tahun yang sudah saya hadir di sini ingin merayakan Natal bersama kalian semua, karena saudara-saudari sekalian adalah juga saudara saya.”

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus berbicara dalam homili Misa bersama penghuni Lapas Singkawang yang dilanjutkan dengan Natal Bersama yang juga dihadiri Dominikan Awam dari Pontianak, Legio Maria dari Pontianak dan Singkawang, dan Ordo Fransiskan Sekular (Persaudaraan Singkawang), 30 Desember 2018.

“Kita semua diciptakan Tuhan, dan kita semua juga suatu ketika akan kembali kepada Tuhan. Natal adalah bukti bahwa Tuhan tetap mencintai kita siapa pun kita. Adam dan Hawa telah berdosa berat karena menyangkal Tuhan itu sendiri, maka diusirnya dari taman Firdaus. Sejak itu sebetulnya, keselamatan tidak ada pada diri manusia. Tetapi Tuhan begitu baik. Ia tidak tega ciptaan-Nya menderita dan tidak bisa selamat. Untuk itulah Tuhan Yesus lahir ke dunia, agar kita selamat dan tentu saja dengan syarat, ikut ajaran-ajaran-Nya,” kata Mgr Agus.

“Tuhan lahir ke dunia mengambil rupa seorang bayi yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Bayi itu adalah seorang yang polos. Artinya, Tuhan mau mengingatkan kita semua, sebab kita ini bayi semua. Kalau Tuhan tidak mengulurkan tangan maka kita tidak punya daya apa-apa. Saya sebagai uskup, kalau tidak dibantu Tuhan, tidak bisa bekerja,” tegas Mgr Agus.

Misa itu diikuti dengan acara foto bersama, dan makan bersama yang diwarnai dengan nyanyian Mgr Agus yang mengajak para napi menyumbangkan suaranya juga.

“R” (berumur 20 tahun) yang baru dua puluh hari berada di Lapas karena kasus pencurian, terisak-isak menangis karena merasakan sentuhan karena kunjungan Mgr Agus mengatakan, “Saya merasa malu, menyesal, dan tidak pantas untuk lagi di tengah keluarga saya. Akibat ekonomi dan saat itu memang serasa tidak ada jalan lain lagi, ditambah dengan ‘asutan’ teman kerja maka saya terjerumus dalam tindakan kriminal. Saya akan berjanji, saya tidak akan melakukan lagi. Terima kasih Bapak Uskup yang mau memberikan peneguhan dan kekuatan kepada saya pribadi,” katanya kepada PEN@ Katolik.

“A” yang masuk lapas itu karena kecelakaan yang menewaskan orang berkata sambil terbata-bata, “Saya senang sekali dikunjungi dan ikut merayakan Natal bersama. Tidak terpikirkan sebelumnya, saya boleh ikut perayaan cara Katolik,” katanya. Sementara itu, “B” mengaku senang karena kunjungan itu “bisa meneguhkan sekaligus menguatkan saya semasa menjalani hukuman ini.”

Napi dengan inisial ‘H’ mengatakan dalam sambutannya bahwa “kita boleh ‘dicap’ narapidana, tetapi ingat satu hal, mental kita jangan sampai mental narapidana.”

Puncak acara itu disemarakkan oleh tim musik Komsos Keuskupan Agung Pontianak dan diwarnai dengan pembagian kado Natal sebagai kenangan-kenangan dari Mgr Agus dan Panitia Natal Bersama di Lapas Singkawang itu. (PEN@ Katolik/samuel)

7c403457-5646-4f5f-b699-5d54e64eb0dcf0386620-84ee-4fdd-bf3d-7d7ed34cedc3

Tinggalkan Pesan