Foto Konradus Mangu
Foto Konradus Mangu

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo bersama Pastor Rekan Paroki Santa Helena Curug Tangerang Pastor Cornelius Balok Priyanto Basuki OSC dan Kepala Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang Pastor Walterus Teguh SJ makan bersama 250 warga binaan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda Tangerang dalam acara “Makan Siang Natal” (MSN), 25 Desember 2018.

Pada saat yang sama, berbagai komunitas Katolik dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Jakarta menggelar MSN di 17 titik lainnya di paroki, hotel, aula, dan tempat umum lainnya. MSN di Lapas Pemuda dilaksanakan oleh Komunitas Pria Katolik (KPK) bekerja sama dengan WKRI setempat.

MSN diperkenalkan oleh Komunitas Sant Egidio di Roma, kemudian di wilayah KAJ sejak 2010 bersama beberapa komunitas kategorial yang bergabung dalam PEMIKAT KAJ dan BPK PKK KAJ. MSN di KAJ dilakukan tanpa memandang suku, agama, ras dan perbedaan lain, karena tujuannya “menumbuhkan semangat cinta  kasih, persahabatan, persaudaraan terhadap kaum miskin, papa, terasing, dipinggirkan menderita dan tersisih.” Yang berbeda dalam MSN 2018, menurut Koordinator Gerakan MSN KAJ Andi Janto Singgih, adalah MSN di Pesantren Darrul Falahiyyah, Cisoka, Tangerang, 18 Desember 2018.

Dalam sambutan, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengajak seluruh warga binaan di Lapas Tangerang untuk menghargai kehidupan. Sesuai tema Natal 2019 “Yesus Kristus adalah hikmat  bagi kita,” Mgr Suharyo mengajak 250 warga binaan di LP Pemuda untuk tetap menghargai kehidupan yang tentu penuh hikmat, sehingga menjadi pribadi bermartabat.

“Manusia adalah ciptaan yang sangat bermartabat, namun demikian dalam sejarah perjalanan manusia, martabat itu dirusak oleh faktor-faktor lain. Bahkan di abad ke-17, kehidupan manusia selalu diliputi konsumerisme, akibatnya hidup manusia direndahkan oleh hal-hal materi,” kata Mgr Suharyo dalam MSN 2018 yang bertema “Joy in Diversity: Kita Bhinneka Kita Indonesia.”

Saat ini, lanjut Mgr Suharyo, manusia sedang melewati dan menghadapi macam-macam kebohongan dan fitnah yang terus disebarkan yang pada akhirnya merendahkan martabat manusia itu sendiri. “Yesus itu hadir dalam setiap peristiwa hidup manusia, maka warga binaan di sini hendaknya terus memuliakan kehidupannya sehingga boleh menjumpai wajah Yesus dalam keseharian,” kata Mgr Suharyo.

Kepala Lapas Pemuda Tangerang Jumadi dan Staf Kerohanian Kementerian Hukum dan HAM Andreas Frisdian juga hadir dalam MSN itu.

Anton Janto Singgih menjelaskan, pelaksanaan MSN yang melibatkan 2500 relawan dari berbagai agama di 18 titik itu melibatkan 5000 undangan yang terdiri dari  warga binaan, anak panti asuhan, lansia, panti wredha dan komunitas jalanan. Para undangan menikmati sajian makanan khusus Natal dan mendapatkan kado Natal.

Pastor Balok Basuki mengatakan, merayakan Natal sama halnya dengan merayakan sukacita kegembiraan bersama. “Kegembiraan para panitia dibagikan bersama dengan warga binaan Lapas Pemuda Tangerang. Inilah harapan kita bersama dalam semangat Natal di lapas ini,” kata imam itu.(PEN@ Katolik/Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan