Paus Fransiskus memberikan berkat Urbi et Orbi (Vatican Media)
Paus Fransiskus memberikan berkat Urbi et Orbi (Vatican Media)

Dalam pesan Natal ‘Urbi et Orbi,” Paus Fransiskus mengungkapkan “harapannya untuk Natal yang bahagia” adalah “harapan untuk persaudaraan.” Kepada orang-orang yang hadir secara fisik di Lapangan Santo Petrus dan kepada semua orang yang bergabung melalui media, Paus mengulangi kidung malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi” … dan mengajak semua orang untuk “berhenti dalam keheranan” seperti yang dilakukan para gembala dan untuk diam-diam “kita berlutut dan menyembah.”

Pesan Natal adalah tentang seorang anak yang datang untuk memberitahukan kepada kita bahwa “Allah adalah Bapa yang baik dan kita semua bersaudara,” kata Paus Fransiskus. Tanpa karunia persaudaraan dari Yesus, apa yang kita lakukan untuk membangun dunia yang lebih adil akan menjadi “tanpa jiwa dan kosong,” kata Paus. “Karena alasan ini, harapan saya untuk Natal yang bahagia adalah harapan untuk persaudaraan.”

Paus Fransiskus mengatakan, seperti dilaporkan oleh Suster Bernadette Mary Reis FSP dari Vatican News, bahwa dia mengharapkan persaudaraan antarpribadi, tanpa memandang bangsa, budaya, ideologi, atau agama. Yesus mengungkapkan “wajah Allah” melalui “wajah manusia”. Variasi dan perbedaan yang kita alami “adalah sumber kekayaan,” kata Paus, seperti variasi keramik warna-warni di tangan seorang seniman mosaik. Tuhan, yang adalah “orang tua” kita, menyatukan kita dan merupakan “fondasi dan kekuatan persaudaraan kita.”

Secara khusus Paus memikirkan

Orang Israel dan Palestina. Paus berharap agar dialog dan jalan menuju perdamaian dimulai kembali guna mengakhiri konflik yang sudah berlangsung 70 tahun yang mengoyak “tanah yang dipilih oleh Tuhan untuk menunjukkan wajahnya cinta-Nya.”

Suriah. Paus berharap agar mereka dapat “menemukan persaudaraan setelah bertahun-tahun berperang” dan agar melalui kerja sama internasional mereka yang mengungsi dapat kembali pulang.

Yaman. Harapan Paus agar gencatan senjata akan bertahan dan membantu rakyat dan anak-anak negara itu “yang kelelahan akibat perang dan kelaparan.”

Afrika. Agar “Anak yang Kudus, Raja Damai” dapat “menenangkan bentrokan senjata” agar “fajar baru persaudaraan bisa muncul di seluruh benua itu.”

Semenanjung Korea. Paus berdoa untuk konsolidasi “ikatan persaudaraan” yang mulai terjadi tahun ini.

Venezuela. Paus berharap mereka bisa “memulihkan kerukunan sosial” sehingga dapat “bekerja dengan persaudaraan” demi pembangunan negara itu.

Ukraina. Paus berharap “Tuhan Yang Baru Lahir” dapat “membawa bantuan” dan “perdamaian abadi” yang hanya mungkin melalui penghormatan terhadap “hak setiap bangsa.”

Orang Nikaragua, Paus berdoa agar mereka dapat “melihat diri mereka sekali lagi sebagai saudara dan saudari” melalui rekonsiliasi dan dengan membangun masa depan Nikaragua secara bersama-sama.

Paus Fransiskus juga menyebutkan orang-orang yang “kebebasan dan identitasnya” dikompromikan melalui bentuk-bentuk kolonialisasi modern, orang-orang yang menderita kelaparan, tanpa ada pendidikan dan perawatan kesehatan.

Paus berdoa bagi orang-orang yang merayakan Natal dalam situasi yang tidak bersahabat semoga semua kelompok minoritas dapat hidup damai dengan menghormati hak kebebasan beragama.

Akhirnya, Paus Fransiskus berdoa agar Anak di palungan dapat “memperhatikan semua anak di dunia, dan setiap orang yang lemah, rentan dan terbuang.” Paus berharap agar semua orang dapat menerima “perdamaian dan penghiburan” melalui “kelahiran Juruselamat,” agar “kita dikasihi oleh Bapa surgawi,” agar kita dapat menyadari “bahwa kita bersaudara dan hidup demikian.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (20)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (21)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (22)

Tinggalkan Pesan