Paus Fransiskus dan  Patriark Ekumenis Konstantinopel Bartholomeus. Foto AFP
Paus Fransiskus dan Patriark Ekumenis Konstantinopel Bartholomeus. Foto AFP

Meskipun ada perbedaan antara umat Katolik dan umat Kristen Ortodoks, Paus Fransiskus mengatakan kedua komunitas itu dipanggil untuk menjadi tanda harapan dengan bekerja bersama demi perdamaian, martabat manusia dan pemeliharaan ciptaan.

“Kita bisa bekerja sama hari ini dalam mengupayakan perdamaian di antara bangsa-bangsa, penghapusan semua bentuk perbudakan, rasa hormat dan martabat setiap manusia dan perawatan ciptaan,” kata Paus dalam pesan kepada Patriark Ekumenis Konstantinopel Bartholomeus pada pesta Santo Andreas, pelindung Patriarkat yang berbasis di Istanbul, Turki, 30 November 2018.

Pesan itu, seperti dilaporkan oleh Robin Gomes dari Vatican News, dibacakan pagi hari itu pada Pesta Santo Andreas oleh Presiden Dewan Kepausan untuk Peningkatan Kesatuan Umat Kristen Kardinal Kurt Koch dalam Liturgi Ilahi di Patriarkat yang terletak di Istanbul, Turki.

Kardinal itu memimpin delegasi Vatikan pada perayaan itu untuk membalas kunjungan Patriarkat itu ke Roma pada perayaan Santo Petrus dan Paulus, para pelindung kota abadi, 29 Juni.

Pemecahan besar pertama antara para pengikut Kristus, Gereja Bizantium yang berbasis di Konstantinopel (Istanbul hari ini) dan Gereja Katolik yang berbasis di Roma, memuncak dalam perpecahan pahit tahun 1054 yang dikenal sebagai Skisma Besar.

Namun, sejak Patriark Athenagoras dan Paus Santo Paulus VI, setelah Konsili Vatikan II, Paus Fransiskus melihat Roh Kudus memungkinkan mereka melanjutkan “dialog persaudaraan”.

Mengingat perkembangan hubungan antara mereka selama lima puluh tahun terakhir, Paus mengatakan mereka mengalami persekutuan, meskipun tidak penuh dan lengkap. “Dengan bersatu kita memberikan tanggapan lebih efektif terhadap kebutuhan banyak pria dan wanita zaman kita, terutama mereka yang menderita kemiskinan, kelaparan, penyakit dan perang,” kata Paus.

Paus mengenang peranserta Patriark Bartholomeus bersama para pemimpin dan perwakilan Gereja lain pada hari doa dan refleksi untuk perdamaian di Timur Tengah, yang diselenggarakan 7 Juli di Bari, Italia selatan. “Sungguh senang ikut merasakan bersama Yang Mulia kekhawatiran akan situasi tragis saudara-saudari kita di wilayah ini,” kata Paus.

“Dalam dunia yang terluka akibat konflik, kesatuan umat Kristiani merupakan tanda harapan yang harus memancar lebih jelas,” kata Paus Fransiskus.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

1 komentar

Tinggalkan Pesan