Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC bersama Staf Ahli Bupati Merauke Bidang Pemerintahan Agustinus Joko Guritno, Ketua Komisi Kepemudaan Beatha Wonkon Op Kandam dan Ketua Panitia PYD Petrus Erawa Cabui meluncurkan logo, tema dan theme song PYD 2019 di Gereja Katederal Sabto Fransiskus Xaverius Merauke. PEN@ Katolik/ym
Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC bersama Staf Ahli Bupati Merauke Bidang Pemerintahan Agustinus Joko Guritno, Ketua Komisi Kepemudaan Beatha Wonkon Op Kandam dan Ketua Panitia PYD Petrus Erawa Cabui meluncurkan logo, tema dan theme song PYD 2019 di Gereja Katedral Merauke. PEN@ Katolik/ym

Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC meluncurkan logo, tema dan theme song dari Papua Youth Day (PYD) 2019 di Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke 25 November 2018 dalam Misa yang dipimpinnya, serta mengukuhkan panitia dan memberkati Salib PYD 2019. Tema PYD 2019: “Nyalakanlah Api Mudamu. Jadilah Tungku Api Kristus.”

Peluncuran itu diikuti pelepasan balon oleh Mgr Adi Saputra bersama Staf Ahli Bupati Merauke Bidang Pemerintahan Agustinus Joko Guritno, Ketua Komisi Kepemudaan Beatha Wonkon Op Kandam dan Ketua Panitia PYD Petrus Erawa Cabui, serta seluruh orang muda.

PYD adalah pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) se-Regio Papua yang akan dilaksanakan Juni 2019. Ini pertemuan pertama OMK se-Papua dan Papua Barat. Keuskupan Agung Merauke ditetapkan sebagai tuan rumah.

Mgr Adi Saputra berharap, dimulainya rangkaian PYD 2019 membawa suasana sukacita dan kedamaian yang dibangun bersama-sama, “sehingga rahmat Tuhan dirasakan oleh banyak orang, baik sesama umat Kristiani maupun yang beragama lain.”

PYD memang khusus untuk OMK, “tetapi berkat ini untuk seluruh masyarakat Merauke dan Papua, karena yang akan mengalami ini bukanlah OMK saja. Bapak-bapak pemerintah serta instansi-instansi lain akan turut ambil bagian dalam kegiatan ini,” kata uskup dalam sambutan.

Menurut uskup, PYD merupakan berkat dan sekaligus jembatan emas untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Untuk itu, “diharapkan kegiatan ini dapat membangun kembali persaudaraan serta persatuan yang selama ini renggang.”

Uskup yakin, “kita mampu melewati semua dengan penuh rasa tanggungjawab, dan penuh rasa kegembiraan, tetapi juga sebagai saudara. Saya mengucapkan selamat mempersiapkan kegiatan besar itu, kepada ketua panitia, penasehat serta pendamping dan seluruh jajaran yang sudah diberkati maupun yang nanti ambil bagian dalam kegiatan itu. Mari tingkatkan komunikasi, supaya kesalahpahaman di antara kita sejauh mungkin kita hindari.”

Menurut Agustinus Joko Guritno, yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, PYD 2019 menjadi sarana OMK di Papua dan Papua Barat untuk menjalin kebersamaan demi kemuliaan Tuhan. “Saya harap dilaksanakan dengan baik, dimulai dengan saling mengenal di antara kita, sehingga saling menyayangi dan saling menyatu untuk bekerja sama,” katanya.

Petrus Erawa Cabui berharap orangtua mendukung OMK dalam kegiatan ini agar mereka tidak terjerumus dalam hal-hal negatif dan seluruh panitia bekerja sama mensukseskan PYD. “Saya mengingatkan teman-teman untuk senantiasa bekerja memuliakan Tuhan di bumi anim-ha, karena Merauke selalu dijuluki Indonesia mini, istana damai dan cinta kasih.”

PYD 2019, menurut Petrus, adalah ajang silaturahmi OMK yang memerlukan dana sekitar 2,6 M, “untuk itu perlu dukungan dan campur tangan semua pihak.” (PEN@ Kagtolik/Yakobus Maturbongs)

Tinggalkan Pesan