Suster Cecylia Maria Roszak   (AFP)
Suster Cecylia Maria Roszak OP (AFP)

Seorang biarawati Dominikan dari Polandia yang diyakini merupakan biarawati tertua di dunia dan diakui sebagai penyelamat orang Yahudi, saat Holocaust yang menewaskan jutaan orang, meninggal dunia dan dimakamkan di Polandia. Umat ​​beriman merenungkan kehidupan Suster Cecylia Maria Roszak OP, yang penuh gejolak dan penuh belas kasih, yang meninggal dunia 16 November 2018 pada usia 110 tahun.

Menurut laporan Stefan J. Bos dari Vatican News, para biarawati dari Gereja Katolik Polandia dan lain-lain yang berkumpul di Krakow untuk melepas Suster Cecylia Maria Roszak OP, mengenang suster itu sebagai seorang “penyayang dan sederhana.”

Dalam sambutannya, pemimpin biaranya, Stanislawa Chruscicka, mengatakan Suster Cecylia sering mengatakan “hidup itu indah, namun, terlalu pendek.” Selama 110 tahun di bumi ini, biarawati itu melewati masa-masa penuh gejolak. Lahir 25 Maret 1908, ia masuk biara pada usia 21.

Selama Polandia diduduki Jerman pada Perang Dunia II, ketika ia berusia 30-an, ia adalah salah satu dari beberapa biarawati yang mendirikan biara baru dekat Vilnius, yang saat ini bernama Lituania. Di sanalah biarawati Dominikan itu mulai menampung lebih dari selusin orang Yahudi yang lari dari ghetto di sana.

Setelah perang, biarawati itu bersama orang-orang lain dari biara itu dikenal sebagai “Orang-Orang Baik dari Berbagai Bangsa” oleh lembaga Holocaust Yad Vashem Israel. Yad Vashem memuji mereka karena menyelamatkan nyawa beberapa orang Yahudi, tindakan yang menempatkan mereka dalam risiko dieksekusi oleh penjajah Jerman.

Saat itu, orang-orang Yahudi dari seluruh Jerman dan Eropa yang diduduki Nazi ditangkap, dan diangkut ke kamp-kamp pemusnahan di mana mereka digas, ditembak, atau kelaparan dan dilecehkan di dalam ghetto dan kamp kerja paksa sampai mereka mati.

Namun, setidaknya beberapa orang selamat berkat Suster Cecylia. Seorang wanita, Wanda Jerzyniec mengirim buket besar di pemakaman. Suster Cecylia melindungi wanita itu bersama saudara laki-lakinya setelah orang Jerman menembak kedua orang tua mereka di Vilnius tahun 1944.

Misa pemakaman dilakukan di gereja para biarawati Dominikan itu di Krakow. Suster Roszak dimakamkan di pemakaman bersejarah di kota itu, yakni Rakowicki. Seorang juru bicara Gereja Roma Katolik Polandia mengatakan, dia “mungkin biarawati tertua di dunia.” (PEN@ Katolik/paul c pati berasarkan laporan Vatican News)

Tinggalkan Pesan