Frater Vincent Budi memimpin doa arwah yang juga dihadiri anak-anak sekolah SD.
Frater Vincent Budi memimpin doa arwah yang juga dihadiri anak-anak sekolah SD.

Oleh Frater Vincent Budi

Akhir bulan Oktober hingga awal bulan November tahun ini, selama tiga hari, untuk pertama kalinya seluruh umat Stasi Santo Lukas Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua, bergotong royong membersihkan kuburan para leluhur mereka.

Seorang umat, Alex Matinarewa, membenarkan bahwa pembersihan kuburan moyang (leluhur, bahasa setempat) itu adalah “kegiatan yang pertama kali dilakukan di Kampung Otakwa, dan seluruh umat sangat antusias dan partisipasif dalam kegiatan itu.”

Malahan, lanjutnya, sebagian umat membawa berbagai perlengkapan masak ke kuburan. “Setelah umat membersihkan kuburan dengan memotong pohon, daun, rumput dengan parang dan golok, mereka beristirahat dan memasak nasi, kopi dan teh,” lanjutnya.

Bala, seorang guru agama yang sudah lebih dari delapan tahun bertugas di Kampung Otakwa juga mengakui bahwa masyarakat di sana jarang membersihkan kuburan leluhur secara bersama-sama. Bahkan sebelumnya, “kompleks pekuburan menjadi hutan dan penuh tumbuhan ilalang,” katanya.

Pembersihan kubur itu dilaksanakan menjelang Hari Raya Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman, 2 November 2018, saat umat diingatkan untuk memperhatikan tempat peristirahatan terakhir para kerabatnya.

Dalam perayaan di kompleks kuburan Otakwa, yang terletak di belakang gereja stasi, 2 November, saya mengingatkan umat bahwa kita datang ke kuburan leluhur bukan saja untuk menghormati arwah para moyang, tetapi juga mendoakan keselamatan mereka, serta memohon pengampunan dosa atau indulgensi kepada Allah Bapa untuk segala dosa dan perbuatan mereka, “karena kita mencintai para kerabat dan leluhur.”

Selain saya sebagai petugas pastoral atau frater pembina stasi, hadir juga ketua dewan, kepala sekolah SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Otakwa, para murid SD YPPK Otakwa, dan sejumlah umat. Dalam kesempatan itu, saya memerciki seluruh kuburan dengan air berkat yang diberkati oleh pastor. Pada hari yang sama, di malam hari, saya memimpin ibadat arwah di Gereja Oktawa untuk mendoakan seluruh jiwa umat Otakwa.

Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh Umat Stasi Manasari, Mimika Timur Jauh. Mereka mengadakan doa arwah bersama di kuburan pada hari Selasa pagi, 6 November 2018, dan dilanjutkan dengan doa arwah di Gereja pada malam hari.

Ketua Dewan Stasi Kampung Fanamo Manasari, Valentinus Mitowo, juga menyadari bahwa umat Manasari jarang sekali membersihkan kuburan para leluhurnya. “Kegiatan pembersihan kuburan hanya dilakukan pada waktu ada kematian saja. Dengan kegiatan Hari Arwah, saya berharap umat Manasari semakin menyadari akan pentingnya menjaga dan merawat kuburan para leluhur, keluarga yang sudah dipanggil Tuhan,” katanya.(PEN@ Katolik)

Pemberkatan sebuah kuburan
Pemberkatan sebuah kuburan
Pemberkatan Kuburan oleh Frater Vincent Budi
Pemberkatan Kuburan di Stasi Manasari, Mimika Timur Jauh oleh Frater Vincent Budi
Doa Arah di Stasi Manasari, Mimika Timur Jauh
Doa Arah di Stasi Manasari, Mimika Timur Jauh

Tinggalkan Pesan