Sidang KWI

Gereja berkewajiban menghargai hak asasi manusia (HAM) dengan membangun persaudaraan inklusif dan bijak di tengah masyarakat majemuk dengan keyakinan bahwa semua orang meskipun berbeda-beda mempunyai martabat sama. Menghargai HAM berarti menerima dan memaknai perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan mendorong setiap pribadi untuk saling mendekatkan diri.

Pernyataan itu disampaikan oleh para uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), peserta sidang 5-14 November 2018 di Bandung yang dimulai dengan seminar sehari bertema “Keterlibatan Gereja dalam Melindungi Hak Asasi Manusia.”

Dengan seminar itu, tulis KWI dalam pesan yang ditandatangani di Bandung, 14 November 2018, oleh Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, “kami dan peserta lain semakin memahami kondisi HAM di Indonesia, menyadari panggilan Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira dan peranserta Gereja yang lebih nyata dalam melindungi HAM.”

Pesan itu menegaskan, “kita wajib menghormati hak asasi orang lain dan mematuhi kesepakatan-kesepakatan dasar yang berlaku di negeri ini.” Dan untuk itu, “Gereja bersama lembaga keagamaan lainnya tetap berkomitmen membangun kerja sama untuk menyerukan suara kenabian demi terwujudnya penghargaan dan perlindungan HAM.”

Para uskup mengajak para tokoh agama untuk saling bergandengan tangan dan dengan ketulusan hati memberikan masukan dan bekerja sama dengan pemerintah serta pihak-pihak terkait “agar mereka dapat membuat kebijakan yang adil, menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu, dan menyelesaikan konflik dengan tetap menjunjung tinggi martabat dan HAM.”

Pesan itu juga menulis, “Kami mengundang saudara-saudari untuk makin memahami dan menghargai hak asasi serta kewajiban kita dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran kita menjadi lebih berarti dengan terlibat aktif dalam berbagai gerakan bersama untuk menjalankan kewajiban dan HAM secara baik. Semoga dengan demikian, kita ikut membangun Indonesia yang lebih baik dan menjadi semakin sesuai dengan kehendak Allah.”

Para uskup juga berterima kasih kepada saudara-saudari yang dengan berbagai cara telah berjuang membela hak-hak masyarakat dan selalu berupaya mewujudkan perlindungan HAM. “Jerih payah saudara-saudari telah menjadi berkat di negeri ini dan semoga semakin banyak orang yang berkehendak baik ikut menjaga dan melindungi HAM,” tulis mereka. (PEN@ Katolik/paul c pati)

Isi lengkap pesan itu dapat dibaca di sini:

Pesan para uskup tentang HAM

Artikel terkait:

Para uskup mengadakan kunjungan silaturahmi kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor

Sidang sinodal KWI memilih lagi Mgr Suharyo sebagai Ketua dan Mgr Subianto sebagai Sekjen KWI

Sidang sinodal KWI ditutup dengan Misa peringatan lima tahun terpilihnya Paus Fransiskus

Tinggalkan Pesan